Go Ahead or Die

Go Ahead or Die

  • WpView
    LECTURAS 236
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 1, 2017
WpInfo
Ficción
Terror
Setiap malam minggu ketiga, di kampung selalu ramai dengan kerlap-kerlip cahaya yang beterbangan. Ribuan cahaya yang berpendar dalam kelam, itupun hanya sekali dalam sebulan. Lagi-lagi sahabatku, Turpatih pernah bercerita "Yang paling aku takuti ketika malam minggu ketiga, Ja! Kau bahkan pernah melihatnya sendiri, cahaya-cahaya itu bukan kunang-kunang. Aku berfirasat bahwa itu bukan kunang-kunang, Ja!" Ah, entahlah. Ia rupanya tidak mendengarkan nasihat Nek Kanta kemarin malam, aku saja masih mengingatnya "Kalian harus percaya dengan adanya alam ghaib dan janganlah kalian percaya dengan adanya hantu, karena di bumi tidak ada hantu melainkan jelmaan dari jin. Dan sekali-kali janganlah kalian takut dengan jin, melainkan takutlah kepada kematian bila kita tak mempersiapkan amal ibadah" Pembuat Cover: Imam Multi (Ketos 2016)
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Seven Rules
  • Decoration of Seven Loves
  • KKN HOROR
  • Galaksi✓
  • JINGGA 5 ( I can see you dying) TAMAT BAB 1-30 END✔️
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • The mystery of Meldom City Train Station [YTMCI]
  • KELUARGA VAN DIJK
  • Malam Halloween | Bromance [ ✔ ]

Srekk!! Srekk!! Seorang gadis tengah berlari di keheningan malam. Terus berlari meminta pertolongan. Suara parang yang beradu dengan aspal itu terdengar semakin jelas. Ini semua gara-gara keingintahuannya pada ruangan itu, ruangan terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun. "Maaf, ku mohon maafkan aku." Mohon gadis itu dengan terisak. Seorang pria dengan jubah hitam berdiri di depannya. Srekk!! Ada berita yang beredar, ada peraturan yang tidak boleh dilanggar jika berkunjung ke rumah pinus. Rumah yang sebagian besar terbuat dari pohon pinus itu, bergaya klasik dan elegan. Jangan pernah memasuki ruangan dengan pintu putih dengan hiasan batik merah. Jangan pernah masuk ke gudang belakang. Jangan pernah memakai toilet di lantai satu. Jangan pernah pergi ke ruangan bawah tanah. Jangan pernah singgah lebih dari jam delapan malam. Jangan pernah penasaran dengan gudang sebelah rumah. Jangan pernah menyentuh pisau bergagang kepala naga di dapur. Ini peringatan!! Jangan sekali-kali melanggar peraturan tersebut. Jangan tertipu dengan wajah polos mereka. Mereka hanya menggunakan topeng. Tidak ada yang tau isi ruangan terlarang itu. Tidak ada yang pernah selamat setelah masuk kesana. Dan jangan pernah cari tau. Tapi, Arabella melanggar itu semua.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido