Story cover for Diary Dyrra by helfanala
Diary Dyrra
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 30, 2017
Dyrra mungkin saja dan bisa saja minta apapun dari orang tuanya dan langsung dikabulkan saat itu juga. namun sifat mandiri Dyrra membuat ia berinisiatif untuk mencari penghasilan sendiri untuk kebutuhannya sehari-hari. ia tidak mau terus menerus bergantung kepada kedua orang tuanya agar kelak ia bisa membahagiakan kedua orang tuanya, bukan sebaliknya.
     Tapi semua itu berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya merasa dipermalukan oleh tingkah Dyrra itu. Kedua orang tuanya sudah memperingati Dyrra agar berhenti mencari uang sendiri, ayah dan ibu bisa memenuhi apapun yang Dyrra minta termasuk kapal sekalipun. Namun sikap Dyrra yang keras kepala membuat kedua orang tuanya kalap dan memutuskan untuk mengusir Dyrra yang menurutnya sudah membakang.
     Semenjak kepergiannya dari rumah, kehidupan Dyrra pun dimulai. tanpa kemewahan, tanpa rumah indah, dan tempat tidur nyaman. Disinilah lika-liku kehidupan luar Dyrra dimulai.
     Hayooo... penasaran kan sama cerita lengkapnya ? makannya baca deh langsung cerita Dyrra ini sampai selesai. Dijamin seru dan menginspirasi.

                                                          Helfa Ratna Sari



           Bagian 1: Cita-cita?
"Ra?."
"Hm?."
"Cita-cita kamu setelah dewasa nanti mau jadi apa?"
Dyrra kecil menoleh kearah Vina. Sahabat karibnya. Saat ini mereka berdua tengah berbaring diatas rumput ditaman.
All Rights Reserved
Sign up to add Diary Dyrra to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Petrichor by ShaSky99
8 parts Ongoing
Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.
DIKANESHA by yunnicunil
16 parts Ongoing
Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"
You may also like
Slide 1 of 9
ADYRA cover
Petrichor cover
Jodoh itu, Ketuk Pintu! [TAMAT] cover
Dear ABANG  cover
Tractable [End] cover
Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna cover
Dyara Dan Kisahnya [End] cover
Kepingan Dirham cover
DIKANESHA cover

ADYRA

10 parts Complete

"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.