Angin
  • WpView
    Membaca 388
  • WpVote
    Vote 35
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 11, 2018
Angin, gadis dengan segala sikapnya yang aneh di mata Same cowok bermara tajam itu. Gadis yang membuat hatinya terlalu ingin tahu akan kehidupan. Surya lelah mengamati dua insan yang saling kasmaran itu. Jingga memancar begitu terang, yang lambat laun mengusir awan biru tadi siang. Angin semilir memainkan anak rambut gadis itu. "Same." ucapnya seraya menggoyangkan lengan Same. "Heemmt." "tempat bagus, foto yuk." ajaknya bersemangat. Same hanya mengangguk menandakan ia menyetujuinya. Matanya memandang sekitar taman itu, yap ia menemukan seorang yang tepat untuk memotretnya. "mas." panggil angin. "ada apa mbak." "boleh minta tolong. Fotoin dong" pibtanya seraya mengulurkan benda pipih itu Same mendongkak memandang Angin. "Selfi aja deh." ucapnya "kenapa.?" "Aku nggak mau ada orang ke tiga di foto kita." Blusssh merah padam. Ada semburat merah muda di kedua pipinya. "nggak gitu juga sameee." triaknya malu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
same
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Essentialy Love (SELESAI)
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • GALANG [SELESAI]
  • Possessive Badboy [END]
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • Garis Luka
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Three Idiot Girls  ✔

"Masih gak mau balikin?" Tanya seorang lelaki tampan dengan senyum sinis tipis nya. Disisi lain, seorang gadis terjepit diantara kedua tangan lelaki tersebut dengan pipi yang sudah merah merona dan wajah yang sudah tidak karuan, gadis itu menelan susah payah salivanya. "L-lo apa apaan sih?! Minggir, gue mau lewat!" Seru gadis tersebut sambil mendorong dada bidang lelaki tersebut. Tapi percuma, lelaki di depan nya ini tak sedikitpun berkutik. "Balikin dulu!" Gadis itu menarik nafas panjang sebelum menjawab, "Nih, ambil barang gak berguna lo" Setelahnya, gadis tersebut langsung menyerahkan sebuah handphone beserta headset kepada lelaki di depan nya. Sambil mendengus, gadis berambut kecoklatan itu mendorong kasar tubuh lelaki di depannya dan langsung berlari keluar kelas. 🍀🍀🍀 Bukan tentang seorang badboy yang bertemu seorang gadis populer yang cantik dan di kagumi oleh satu sekolah. Hanya saja, cerita ini mengajarkan untuk menghargai waktu yang ada. 🌸🌸🌸

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan