Come Back to Manhattan

Come Back to Manhattan

  • WpView
    Reads 360
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 3, 2018
DUNG! "HEADSHOT!" Gelak tawa samar-samar terdengar. Sesekali mata ini mengerjap-ngerjap, memastikan apakah semuanya baik-baik saja. Sebaliknya, Hantaman itu terasa begitu jelas. Cepat dan kuat. Tidak berdarah, namun lebih dari cukup untuk membuat kepala ini sakit, tak bergeming. "Sorry, I didn't see you standing right there," ucap lelaki itu tertawa kecil sambil mengambil bola basket yang kini memantul perlahan di atas lapangan. Bagaimana bisa dia tidak melihat pekerja paruh waktu yang sedari tadi sibuk menjajakan minuman di tepi lapangan. Sudah lebih dari tiga jam aku berdiri disini. "Sudah gila ya?" batinku. Kuambil sebotol minuman di tengah bongkahan-bongkahan es itu, lalu menempelkannya di tengkuk kepalaku. Ingin sekali aku berteriak, melemparkan botol-botol itu ke mukanya, sambil mengucapkan makian, sumpah-serapah, atau apapun itu hanya untuk membuatnya menderita. Tapi, tidak. Tidak kulakukan. Berurusan dengan orang macam dia sama saja menulis namaku sendiri di jajaran "blacklist". Kuangkat box-box itu. Lalu beranjak pergi, keluar dari lapangan yang kini semakin memanas. Mentari mulai muncul dibalik awan. "Heiii! kau lupa sesuatu!" teriak lelaki itu dengan tatapan tajam, memerhatikan punggungku dari kejauhan. Aku menoleh. Membalas tatapan tuan-kaya-raya yang perlahan-lahan berjalan ke arahku. Dengan sedikit menunduk, ia mendekatkan bibir nya di sampingku, tepat di telinga kiriku. "HARGA DIRIMU," bisiknya.
All Rights Reserved
#15
newyork
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perder El Amor
  • Bodyguard and his harem
  • The Drummer [Completed]
  • You're Here, But Not For Me
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • Tempted
  • [√] Memorabilia
  • I HATE YOU KOMANDAN!!! {END} ✓
  • Darren Obsession ✔ [ON KARYAKARSA]

Di malam yang dingin.. Rembulan pun enggan memperlihatkan dirinya, hujan disertai angin kencang dan suara petir yang memekik telinga Seorang wanita duduk tersimpuh dilantai marmer putih dingin, rambut panjang terurainya menghalangi wajah cantiknya yang terdapat noda merah di pelipis kirinya dan bekas pukulan yang membiru. Keadaan dirinya sedang berantakan dan hatinya remuk tak berbentuk, ia menangis tersedu-sedu meratapi hidupnya yang kini sirna. She loving him, but... "Aku menikah denganmu, hanya mengikuti permintaan orang tua ku, bukan karena aku mencintai mu!. Jangan harap kau, kalau aku mencintaimu" ucap seorang pria "..." "Yang ku lakukan selama ini, tidak ku dasari dengan cinta, sayang dan apapun itu. Ku hanya menganggap kau sebagai manekin hidup yang tak berarti!" ucap pria lagi Hati wanita itu bagai di hujami belati dan hancur seketika, ia terus menangis tanpa henti menahan sakit hatinya dan fisiknya "Dan apa itu cinta? aku tidak mengenalnya and never knew about that!" lanjutnya Pria itu tersenyum miring sembari mengangkat dagu wanita itu untuk bisa menatap dirinya "Ckck cinta" "BULLSHIT" ucapnya sambil tertawa di depan wajah wanita itu 'Sakit hati yang tidak bisa di deskripsikan dengan kata-kata, ucapannya bagaikan ribuan belati yang menghujami diri ini. I Love him, always' -Alejandro Castillo Zhelobovskaia -Rhea Farheen

More details
WpActionLinkContent Guidelines