"Terkadang aku bingung kenapa aku begitu mencintainya sedangkan aku tidak ingin kehilangan dirimu sekaligus. Aku mencintainya tapi aku bahagia denganmu. Aku mencintainya tapi aku tertawa karenamu. Aku mencintainya tapi waktuku habis untuk bersamamu. Aku mencintainya tapi pikiranku habis dijejali dirimu. Hei, kamu pikir kamu siapa? Seharusnya perkenalan kita yang sudah lama tidak bisa menjadi penentu seberapa kamu mengenaliku. Kedekatan yang kita jalin akhir-akhir ini justru membuatku terbuka akan diriku. Hei, kamu ini siapa? Tentara NICA yang siap meneriakkan bahwa aku milikmu sementara aku sudah merdeka meski hanya dari dirinya? Hei, kamu ini penghuni macam apa? Kenapa betah dengan otak kecil dan hati sempitku?" -Sarasha Syra, 2018-2019 ©Copyright 2018, sysy
More details