Black Beauty and White Beast

Black Beauty and White Beast

  • WpView
    Lectures 168
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., janv. 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Malam itu ketika Belle dan seluruh keluarganya akan menuju pesta jamuan untuk merayakan acara tunangan kakaknya, tak sengaja mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan. Sialnya si korban seorang pemuda aneh juga sangat arogan itu meminta imbalan atas apa yang mereka perbuat pada mobil bututnya. Permintaan pria itu yang tidak masuk akal jelas mengkhawatirkan mereka. Karena meminta jaminan sebelum mereka bisa ganti rugi. Belle menjadi jaminan atas kecelakaan itu. Belle dibawa disebuah tempat asing yang jauh dari penduduk. Belle dibawa disebuah mansion besar yang hanya berpenghuni pemuda itu dan satu pelayannya yang sudah renta. Awalnya Belle tak merasakan sesuatu yang aneh pada pemuda dan isi mansion itu. Namun, karena penasaran Belle-pun semakin masuk kedunia yang belum pernah dia lihat sekalipun. Dunia lelaki itu. Liar, kasar namun sangat rapuh.
Tous Droits Réservés
#197
sweetromance
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hasrat Terpendam
  • You're Mine (Sudah terbit)
  • My Mysterious Boyfriend (TERSEDIA DI PLAY STORE)✔
  • My Perfect Bella
  • POSSESSIVE DEVIL
  • Broken Trust
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • The Billionaire's Cold

Beberapa kali abel mengubah posisi tidur agar bisa memejamkan mata, tapi percuma semakin berusaha rileks malah semakin tak bisa tidur. Abel berusaha menarik nafas, kemudian menghembuskan kembali dengan pikiran yang terus berkecamuk di dalam pikirannya. Abel meraba perutnya sambil mengelus lembut. Tak terbayang apa yang sudah terjadi dua bulan lalu bersama Alex masih terus membayanginya. Masa dimana segalanya dimulai. "Ini surat tugas dari pak Leo, kita akan berangkat ke Bali pagi-pagi sekali!" Alex meletakkan surat di meja kerja tanpa menghiraukan reaksi ku saat itu. Alex berlalu pergi. Saat kubuka surat tugas tercantum namaku dan nama Alex sekaligus tiket pesawat yang sudah menempel di surat tugasku. Aku begitu kesal dengan pak Leo, kenapa aku harus pergi dengan Alex, laki-laki yang arogan dan tak punya sopan santun. "Kenapa kamu Bel? Wajahmu terlihat kesal?" Suara Amel teman karibku di kantor yang melihat perubahan wajahku. "Sebel aku Mel, masa pak Leo ngasih dinas mendadak ke Bali tanpa pemberitahuan aku dulu" "Wow! Harusnya kamu seneng dong Bel, bisa tugas ke Bali sambil jalan-jalan gratis" ungkap Amel menyemangati. "Ke Bali nya sih enak, tapi yang bikin aku kesel kenapa aku ditugaskan bareng sama Alex!" Aku menggeram kesal. "Kamu tau sendiri Mel, gimana sikap Alex ke aku, benar-benar menyebalkan!" Aku pergi ke pantry diikuti Amel dari belakang. "Iya sih Bel, aku juga males kalo harus dinas bareng sama cowok yang nyebelin kyak Alex. Liat aja sikapnya gak pernah manis sama orang. Dan selalu saja kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Mentang-mentang dia Manager seenaknya aja nge bossy. Sabar ya Bel..." Amel memegangi pundakku, dia begitu paham perasaanku. ** Suasana di bandara pagi itu benar-benar sepi. Aku masih duduk sambil melihat kearah arloji ku, jarum jam sudah menunjukkan angka 05.30 tapi Alex belum juga datang. Dalam hatiku senang bila ternyata Alex telat bangun dan tidak jadi ikut. Aku tertawa kecil sambil membayangkam perjalananku tanpa Alex.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu