TRUST [REVISI]

TRUST [REVISI]

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Sep 13, 2018
Kehidupanku berubah setelah seorang Adrian Addison berhasil masuk kedalam kehidupannku. Hingga saat itu tiba ia meninggalkanku begitu saja tanpa rasa bertanggung jawab. Pada akhirnya akupun meninggalkan kota newyork untuk memulai hidup baru disana. Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan sosok yang sangat aku kagumi sejak dulu yaitu Devian Adalson. Devian merupakan sosok pria yang lembut dan juga romantis. Ketika kebahagiaan itu datang, takdir mengujiku kembali dengan mendatangkan sosok di masa laluku, tanpaku ketahui bahwa dia adalah Adrian Addison adik dari Devian Adalson. Hallo readers... maaf ya sebelumnya aku udah lama gak update soalnya cerita ini aku perbaharui, aku rombak ulang di kemas menjadi lebih baik dari sebelumnya ya... cerita ini sebenarnya udah selesai tapi gak aku uploud semua, jadi tunggu aja oke... love you para readers...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm Sorry (Done)
  • Sexy Daddy
  • Senja di Langit Jakarta [completed] (Revisi)
  • The First One
  • My Partner in Everything
  •  MY WIFE IS MY NURSE
  • Little Lady [END]

Lucas Adnan adalah seorang kakak yang terlalu over protective terhadap adiknya--Bellatric Adnan. Bahkan saking terlalu over protectivenya, Lucas selalu marah jika dia melihat Bella bersama dengan seorang pria. "Sudah berapa kali aku katakan, jangan dekat-dekat dengan pria mana pun tanpa sepengetahuanku!" bentak Lucas sembari menarik pergelangan tangan adiknya dengan begitu keras. Membuat Bella harus menahan rasa sakitnya bahkan desakan air matanya yang sebentar lagi akan turun. "Dia hanya temanku. Kumohon lepaskan aku, kau menyakitiku," ucap Bella, dan kini air matanya tak dapat terbendung lagi. Dari kejauhan, diam-diam ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka. Dua orang itu tersenyum lalu mulai melangkahkan kaki mereka ke arah berlawanan. "Apakah hanya itu imbalannya jika kau kalah, Aaron?" tanya gadis di sampingnya. "Iya. Hanya itu yang bisa kupertaruhkan, Kimber. Dan siap-siaplah besok pertaruhan kita di mulai." ucap Aaron dengan senyuman manisnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines