One Day
  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 5, 2017
Aku pernah bertanya padanya. "Apakah aku ini salah? Aku mencintai orang yang salah! Cintaku benar benar adalah sebuah kesia siaan!" Dia kemudian menjawab dengan santainya "Cinta itu nggak pernah salah, Ta. Yang namanya cinta itu nggak pernah salah" Dengan mudahnya dia berkata seperti itu, sedangkan dia tidak mengerti bahwa selama ini orang yang selalu kuceritakan adalah dirinya sendiri. Ia bahkan sering sekali mencurahkan segala isi hatinya, entah itu tentang dirinya, orang yang dicintainya, keluarganya juga teman temannya. Apakah dia tak sadar ada orang yang terluka dibalik semua itu? Tak sadarkah dia setiap kali dia bercerita tentang orang yang dicintainya, aku hanya bisa menyembunyikan lukaku semakin dalam? Aku juga sempat bertanya padanya "Aku mencintai teman dekatku sendiri. Yah, bisa dibilang sahabat. Aku tau dia tidak mencintaiku, tapi aku ingin dia melirikku sekali saja. Sekarang, apa yang harus aku lakukan kalau aku mencintai sahabatku sendiri? Sedangkan aku tau kemungkinan besar aku tidak akan berhasil?" Aku masih ingat benar dengan jawabannya. Dengan mudahnya dia mengucapkan hal ini tanpa bisa peka dengan maksud dibalik pernyataanku. "Oh, itu ga bisa Ta. Bener bener ga bisa kalo gitu. Itu artinya kamu yang harus mundur.."
All Rights Reserved
#351
friends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SalFlo
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Remaja
  • U are
  • Cerita Tentang Kita
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Hopeless
  • Full Of Scratches
SalFlo

Awalnya, aku hanya mengagumimu. Awalnya, aku tak berpikir ada rasa lebih padamu. Awalnya, aku mengira ini hanyalah perasaanku yang merasa sangat nyaman akan kehadiranmu di sekitarku. Tapi ternyata, ada sesuatu dalam diriku yang menginginkanmu lebih dari sebagai penghibur hari-hariku. Hatiku menginginkanmu untuk menjadi rumahku. Menjadikanmu sebagai tempatku bercerita, untuk menceritakan semua apa yang kurasakan setiap harinya, menceritakan semua mimpi-mimpiku yang ingin menjadikanmu sebagai subjek yang akan menemaniku menjalani hari-hari, yang tentunya akan sangat indah karena aku bersamamu. Dan aku menginginkanmu untuk menjadi subjek yang akan singgah selamanya, bukan untuk sementara. Tapi aku tersadar, aku tak lebih baik dari orang-orang di sekitarmu yang bisa membuatmu bahagia. Yang bisa membuatmu merasa lebih baik dikala kau sedang terjebak di dasar jurang yang begitu dalam. Dan kau pun belum tentu mau menerimaku yang hanya sebatas angin lalu di hidupmu. Dan mahkota es yang sampai saat ini kau kenakan itu mampu membuatku tersadar bahwa ada sebuah dinding es besar disana yang belum tentu bisa aku taklukan. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam pada akhirnya menerima. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam akan paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Bukannya tidak ingin berjuang, aku hanya takut kalau aku memang bukanlah orang yang kau inginkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines