Parfait

Parfait

  • WpView
    Reads 432
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 18, 2017
Di dalam buku itu terselip beberapa puisi indah miliknya. Ketika kamu membacanya seakan kamu akan tersihir dengan puisi-puisi itu. Entah mengapa sudah menjadi hobiku ketika melihat laki-laki yang suka duduk sendirian di halaman belakang kampus sambil menulis sesuatu di buku berwarna hitamnya. Laki-laki itu membuatku penasaran akan pola pikirnya yang sangat kritis, akan bicaranya yang singkat, akan sorot mata sendu tetapi menusuk miliknya, akan gayanya yang simpel tapi tetap terlihat elegan. Dia benar-benar manusia yang tertutup dan sangat misterius. Dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggali semua rahasianya itu. Copyright©2017
All Rights Reserved
#148
schoolstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Traces in the Light
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • Pieces of Light
  • 𝗗𝗶𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗣𝗶𝗹𝗶𝗵𝗮𝗻 || ✔
  • Loving Like The Sun
  • And Then You Came (Completed)
  • Drown to You - LingOrm (END)
  • Because Of You.. (Karena Kamu..) I LingOrm

Traces in the Light Sebuah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan harapan. Sudah tiga tahun sejak Nandika dan Raya berjalan ke arah yang berbeda. Bukan karena cinta mereka telah padam, tapi karena saat bersama, mereka justru saling melukai. Kini, Nandika mencoba menata hidupnya kembali. Ia memutuskan pergi ke sebuah tempat yang damai dan menenangkan untuk berlibur beberapa bulan,berharap bisa berdamai dengan semua kenangan yang belum juga usai. Namun, di tempat sunyi itu... Sebuah pertemuan tak terduga mengusik luka lama yang belum benar-benar sembuh. Di kejauhan, ia melihat seseorang yang sangat ia kenal-seseorang yang pernah mengisi harinya dengan cinta dan luka. Tapi ketika ia hendak memastikan, sosok itu lebih dulu pergi... meninggalkan pertanyaan menggantung di dadanya: "Apakah itu benar Raya... atau hanya bayangan dari rindu yang belum selesai?" Sementara itu, Raya hidup dengan ingatan yang tak lagi utuh. Ia mencoba menjalani hari demi hari, ditemani seseorang yang mencintainya tanpa syarat-yang selalu ada, bahkan saat Raya tak lagi tahu siapa dirinya dahulu. Dan di tengah terang yang samar, dua hati yang pernah saling menggenggam kini berjalan di garis yang nyaris bersinggungan. Apakah cinta yang pernah begitu kuat bisa menembus gelapnya ingatan? Atau justru... Takdir telah menyiapkan akhir yang lebih sunyi dari perpisahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines