We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Just You And Me

Just You And Me

  • WpView
    Reads 863
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 18, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Apa cinta memandang segi fisik? Apa cinta memandang latar belakang? Apa cinta sejahat itu? Bagi Nathan, Cinta itu buta dan tuli. Cinta gak pernah memandang seburuk atau sesempurna apapun dia. Karena jika kita mencintai dengan alasan, alasan itulah yang akan memisahkan kita kelak. Sama seperti Nathan yang notabene adalah seorang pria tampan, dan kaya raya tetapi mencintai gadis lugu, miskin, dan tak jelas keluarganya. Tentu saja keluarga Nathan tidak mau jika seorang penerus Giano's Operation bersama dengan gadis itu. Apa kata publik? Berbagai cara dilakukan mereka agar Nathan dan Mira tak bisa bersama. Namun bukan Nathan namanya kalau ia menyerah dan putus asa. Lantas, apakah cinta mampu mempertemukan mereka kembali? ---------------------------------------------------------------------- "Gue tau gue siapa dan lo siapa. Jadi mulai skarang kita gak usah saling kenal . Karena saling sayang gak harus memiliki kan?" - Mira Valiandra Luvena "Gue cinta sama lo. Gue bakal terus berjuang meskipun banyak masalah dalam hubungan kita. Karena cinta itu ditakdirkan buat diperjuangin." -Nathan Jeremy Gianno "Gue rela kok liat lo bahagia sama dia. Maafin cowok bego ini. Yang udah ninggalin lo tanpa alasan. Gue minta maaf karena udah buat luka di hati lo tambah dalam." -Aldi Ezzra Darrons
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainbow In The Rain
  • My Beloved Boy (Sudah Terbit✔️)
  • GENSHYA [GEVAN & NASHYA]
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • DAKSA [END]
  • Happy [ Sudah Terbit ]
  • Zenna Story
  • ON SIGHT (Completed)
  • Markxelio

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines