ALEA
  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
Embun pagi terlihat menetes dari kelopak bunga mawar merahku. Namaku Alea Safyra Putri. Aku biasa dipanggil Lea. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah SMA. Suatu hari aku mengagumi teman sekelasku. Meskipun aku mengaguminya, tapi tidak ada hari dimana kami tidak bertengkar sehari saja. Sampai rasa kagum ini menjadi tak biasa, entah apa yang kurasa. Apa ini cinta? Ahh tidak mungkin! Dan pada titik dimana hari aku tersakiti karena orang yang ku kagumi, ada seseorang itu yang rela menungguku bertahun-tahun, dia selalu membuatku tenang. Tapi mengapa aku tidak bisa menyukainya? Tidak bisa mencintainya? Sungguh ironis bukan? Kita mencintai seseorang yang menyakiti kita, tapi kita menyakiti seseorang yang mencintai kita. Kali ini aku sangat bimbang, aku tidak bisa memilih, lebih baik dicintai atau mencintai. Ahh biarkan saja waktu yang menjawabnya.
All Rights Reserved
#184
cintabertepuksebelahtangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Seniority 2 [Completed]
  • GALANG [SELESAI]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Menyimpan Rasa
  • ALEANGGA [On Going]
  • SATRIA (Completed)
  • Possessive Badboy [END]
  • VIRAGO [END] ✔
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Story Of School

Derryansyah Pradipta. Betapa aku muak mendengar namanya! Bisa nggak sih dia bersikap biasa aja? Nggak usah sok cakep, sok galak, sok berkuasa... Karena aku tau, semua bentuk ancamannya itu cuma hoax belaka! Tapi walau begitu, aku seakan telah terlahir untuk mengikuti semua yang ia suruh. Aku seakan telah ditakdirkan untuk memenuhi apa yang ia mau, dan jujur aku tak ingin seperti itu. *** Karin Ayudya Putri Nugraha. Nama yang sempurna untuk cewek sesempurna dirinya. Demi apa pun kurangnya dia cuma satu: nggak pernah senyum tulus buat gue. Jelas aja sih, orang kerjaan gue tiap hari cuma bikin dia sengsara. Satu yang gue heran, tu cewek nggak pernah ngebantah tapi kayak nggak ada takut-takutnya sama ancaman gue! Ini dasarnya emang dia yang cuek, apa gue yang harus lebih kejam buat nyiksa dia? *** By the way in masih tentang masa SMA. Masa di mana putih abu-abu berjaya, masa di mana emosi membara membakar jiwa, serta masa di mana dendam hadir dan menuntut untuk dibalaskan. Ini juga tentang dendam. Tentang pahit serta manisnya suatu pembalasan. Tentang ancaman dan penyiksaan yang tak menyisakan kepuasan, namun menciptakan dendam baru yang tak dapat dipendam. Because this is the second story of Crazy Seniority: The Revenge of Derry Copyright November 2017 By: Lea19Lea

More details
WpActionLinkContent Guidelines