Serial Killer's Assistant

Serial Killer's Assistant

  • WpView
    Reads 126,250
  • WpVote
    Votes 998
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 10, 2024
Gisele tahu kehidupannya hanya pernah dilalui bersama Gale Parnell. Ia tidak pernah dibiarkan keluar rumah. Hidupnya akan baik-baik saja selama ia mengerjakan perintah Gale tanpa salah, yaitu menyiapkan peralatan Gale ketika ia membawa seseorang untuk dibunuh di rumah. Dan yang Gisele tahu orang-orang yang berbaring di meja besi Gale adalah orang-orang yang telah berbuat kesalahan dan pantas dihukum. Tapi semua berubah ketika suatu hari seseorang dengan berani mengetuk pintu rumah mereka... Apa Gisele akhirnya tahu siapa ia dan Gale sebenarnya? Ataukah cinta butanya kepada Gale, ketika pria itu akhirnya ditangkap-tidak membolehkannya untuk mendapatkan kebahagian dari orang lain? Serial Killers Asissten buku satu dari serial Beauty Meet The Beast
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Symphony of Marble & Blood
  • DARK SIDE [COMPLETE]
  • Changed [Completed]
  • Invisible Is Lover
  • Correcting Errors
  • FAKE PROTAGONIST | END
  • NO ESCAPE ✓
  • Seraphine : A Light in Selene's Silence

Cinta seorang seniman gila bukan untuk dimiliki-tapi untuk dikerat, diabadikan... dan dipahat. Adrien Valmont-pemuda aristokrat tampan, pematung jenius, dan anak emas dunia seni Eropa. Di balik kemewahan galeri dan patung-patung yang menghipnotis publik, tersembunyi rahasia yang lebih gelap dari cat minyak tua: Adrien memahat dari tubuh manusia. Daging. Tulang. Jiwa. Semua jadi bagian dari obsesinya terhadap "keabadian". Lalu datanglah Elise-pianis muda sederhana yang bermain di café kecil, tak menyadari bahwa setiap nada yang ia mainkan menusuk hati Adrien lebih dalam dari pahat manapun. Untuk pertama kalinya, Adrien merasakan cinta... namun cinta di tangan seorang psikopat bukanlah pelindung. Ia adalah penjara emas, diukir dengan hasrat, diselimuti darah. Saat Elise mulai mencintai balik, ia tak tahu bahwa di balik senyum Adrien tersembunyi keinginan terliar: "Jika kamu tak bisa hidup bersamaku selamanya... biarkan aku mengabadikanmu sebagai karya terbaikku." Akankah Elise melarikan diri sebelum jemarinya menjadi bagian dari simfoni patung berdarah itu? Atau... akankah cinta membutakannya hingga ia rela menjadi seni terakhir sang maestro?

More details
WpActionLinkContent Guidelines