[S-1] Till I Met You

[S-1] Till I Met You

  • WpView
    Reads 5,932
  • WpVote
    Votes 415
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue g peduli lo mau atau nggak, yang jelas gue bakal bikin lo mau. Wait it." Dia memberikan ultimatum. "Lo nggak akan nyesel nikah sama gue." Kerlingan jahil Rizal membuat Zahra begidik ngeri. "cowok gila! Gue nggak mau!" teriak Zahra sambil melempar guling yang sedari tadi menjadi benda keramatnya kalau Rizal macam-macam. copyright, Zeezashi
All Rights Reserved
#4
met
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bride from Nowhere
  • Takdir Semesta
  • FEARLESS || JAYISA
  • TITIPAN HATI (END)
  • Abidzar
  • Oddly Coupley (Complete)
  • LOVE THAT GROWS FROM FRIENDSHIP || {Jeongminji}
  • SEHINGGA CINTA + BIDADARI HAQIF LUTHFI
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING

Hidup Zara rasanya jungkir balik belakangan. Mulai dikeluarkan dari UKM Pers kampus, dipecat dari kerjaan, viral di media, dan yang paling parah menikah paket kilat dengan Rey Hirano. Rey Hirano itu tampan, kaya raya, dan cool, sungguh sangat most wanted boy, bukan? Tapi ya gimana Rey itu sombongnya bukan dan main, dan paling penting dia lah alasan kehidupan Zara jadi berantakan. Sebenci itu Zara dengan spesies macam Rey, namun nikah paket kilat itu terpaksa Zara terima. Deretan perjanjian pernikahan pun Rey tawarkan supaya Zara tidak merasa dirugikan. Nmaun Zara menolak dengan alsan takut dosa dan memilih untuk menaklukkan hati batu seorang Rey Hirano. Namun misi Zara kali ini sepertinya perlu proses panjang, karena baik Rey maupun Zara nyatanya masih belum menyelesaikan masa lalu mereka. Untungnya sebuah kekhilafan 1 malam yang terjadi di antara mereka menjadi angin segar untuk hubungan mereka, bukan khilaf ya kan sudah halal. Tapi badai masih belum berhenti ternyata. Masih banyak badai demi badai yang menghantam pondasi pernikahan mereka yang masih sangat labil itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines