Lady in Parchments Room

Lady in Parchments Room

  • WpView
    Reads 20,154
  • WpVote
    Votes 2,592
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jun 10, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Happy Ending
Status: COMPLETED Jika masuk ke Hutan Hinom, kau akan berhadapan dengan dua kemungkinan: tersesat lalu mati, atau menemukan gerbang kastil tersembunyi di mana tersimpan sesuatu yang bisa memberimu kekuatan tanpa batas. Menghadapi perang yang berkecamuk di negerinya, Apolo harus menelan pil pahit mengetahui kedua kakak laki-lakinya tewas. Hanya dirinya yang tersisa sebagai penerus Mitilene. Sadar jika ancaman pembunuhan ditujukan padanya, Apolo kemudian mengambil resiko masuk ke Hutan Hinom. Dan di sana ia, bertemu seorang gadis yang mengurung diri dalam sangkar-di antara tumpukan perkamen usang. "Jangan menatap matanya. Jika kau melakukannya, hati dan tubuhmu akan terjerat selamanya."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lightshadow
  • The  Replacement Lady (End)
  • Misterius Boy
  • TRAP!
  • IN ANOTHER LIFE (ON GOING)
  • Before The Sun Rises
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • LOVE FOUND REGARDLESS

{PLAGIAT DILARANG MENDEKAT} Cerita ini murni hasil dari pemikiran dan ide author. Warning typo bertebaran!! . . . Di kekaisaran Melatonandia, ada sebuah legenda tentang Hutan Kabut dimana terdapat sebuah pohon besar yang tumbuh subur didalamnya. Konon siapa saja yang berhasil menemukan pohon tersebut maka seluruh keinginannya akan terkabul, dan jika tidak mereka tidak akan bisa kembali. "Pohon apa yang dimaksud itu?" "Tidak ada yang mengetahuinya." "Mengapa? Bukankah seharusnya ada seseorang yang berhasil keluar dari sana?" "Hanya satu orang yang berhasil lolos dari tempat tersebut, Yang mulia kaisar. Tetapi beliau menolak untuk mengatakan apapun yang berkaitan dengan hutan tersebut." Sienna Blair yang merasa putus asa mulai berharap dengan keajaiban yang akan datang padanya. Namun bukannya menunggu, dia dengan berani mulai pergi ke tempat terkutuk itu untuk meminta sebuah permohonan. "Semuanya keliru, tidak ada yang salah dengan hutan ini!" "Padahal baru kemarin kau memohon dengan sungguh-sungguh padaku." "Aku tidak sudi meminta pertolongan pada iblis terkutuk sepertimu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines