Berawal Dari Live Streaming

Berawal Dari Live Streaming

  • WpView
    Reads 468
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 16, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari live streaming di Instagram yang membuat ku penasaran akan sosok dirimu. Seiring berjalan nya waktu, entah mengapa hati ini selalu bergetar ketika mendengar nama mu, dan aku yakin aku jatuh cinta terhadapmu. Hingga suatu hari kita di takdirkan untuk bersama. Aku sangat yakin bahwa kamu benar benar mencintaiku setulus hatimu, itu terpancar dari dirimu. Dan aku berkeyakinan bahwa kamu tidak akan pernah pergi meninggalkanku dan membuat goresan luka dihatiku, layak nya laki laki di luar sana yang senang mempermainkan perasaan perempuan sesuka hati nya. Namun aku salah besar, keyakinan ku itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang aku terima. Dan pada akhirnya kamu pun meninggalkan ku hanya karna salah faham sama hal nya dengan semua masa laluku. Sabina Wirawan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TEOLOGI CINTA
  • Air Mata Cinta
  • LimMit! (Sudah Revisi)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Insyaa Allah...
  • Sweet RomanShit
  • Dzikir Sendu Sang Perindu ✓
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

More details
WpActionLinkContent Guidelines