Berawal Dari Live Streaming

Berawal Dari Live Streaming

  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 16, 2018
Berawal dari live streaming di Instagram yang membuat ku penasaran akan sosok dirimu. Seiring berjalan nya waktu, entah mengapa hati ini selalu bergetar ketika mendengar nama mu, dan aku yakin aku jatuh cinta terhadapmu. Hingga suatu hari kita di takdirkan untuk bersama. Aku sangat yakin bahwa kamu benar benar mencintaiku setulus hatimu, itu terpancar dari dirimu. Dan aku berkeyakinan bahwa kamu tidak akan pernah pergi meninggalkanku dan membuat goresan luka dihatiku, layak nya laki laki di luar sana yang senang mempermainkan perasaan perempuan sesuka hati nya. Namun aku salah besar, keyakinan ku itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang aku terima. Dan pada akhirnya kamu pun meninggalkan ku hanya karna salah faham sama hal nya dengan semua masa laluku. Sabina Wirawan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Cinta Setelah Akad {REVISI}
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Insyaa Allah...
  • TEOLOGI CINTA
  • Di Masa SMP Ku
  • Dzikir Sendu Sang Perindu ✓
  • HARASTHA [ Seni Merawat Luka ]
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines