
Ketika sunyi akhirnya berhenti pada kekosongan, amarah pasti mereda, lalu hati yang di bebani dengan sesal menitipkan harap lewat air mata yang jatuh karena hanya itu yang tersisa Jika ini bahagia maka teruslah melekat, namun jika pilihan ini menjatuhkan maka bangkitkan dan ajak jiwa ini berlari lagi. Awalnya ku kira, pilihanku benar tapi kenyataannya aku tidak bisa tersenyum, hingga membuat waktu luluh dan membawa dia untuk mengobati Tapi kemudian hari aku ragu, Benarkan dia meraih tanganku untuk berlari dan mengobati, atau justru hanya untuk mengembalikan jemari kepada dia yang merasa terlepas dan menanti?All Rights Reserved