PUISI UNTUK BUNDA

PUISI UNTUK BUNDA

  • WpView
    Reads 113,979
  • WpVote
    Votes 6,039
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 13, 2025
Aku hidup bersama Ayah dari aku masih bayi merah hingga saat ini Jika kalian bertanya, memang dimana Bundamu? Apa sudah meninggal? Maka dengan tegas kukatakan, "Bundaku masih hidup. Beliau amat sangat cantik dan tentu saja sangat sehat tidak kurang satu apapun." Kalian pasti tau bagaimana rasanya mendapat perhatian dari Ibunda kalian? Rasanya memeluk orang yang melahirkan kalian? Pasti senang dan bahagia sekali, bukan? Tapi tidak bagiku Bukan karena aku tidak senang, tapi aku tidak tau rasanya Jangankan memeluk Bunda, sekedar mengharapkan panggilan sayang dari suara lembutnya saja aku seperti punuk merindukan bulan Aku tidak tau pasti bagaimana Bunda? Tapi yang aku tau dari cerita Ayah, Bunda adalah orang yang baik, cantik, ramah, perhatian dan dia sayang sama aku. Tapi bagiku, segala hal tentang Bunda yang Ayah ceritakan, seolah tak pernah cukup Aku ingin lebih dari sekedar tau dari cerita Ayah Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara mereka? Dan aku tak peduli alasannya Keinginanku sederhana Aku ingin disapa Bunda dengan lembut. Aku ingin dipeluk Bunda dengan hangat. Hanya itu. Tapi jika aku boleh berharap lebih Aku ingin tinggal bersama mereka dan merasakan hangatnya sebuah keluarga utuh layaknya teman-temanku yang lain. Tapi apakah harapanku bisa menjadi kenyataan? Atau hanya sebuah harapan yang suatu saat bisa terbang lalu kemudian hilang? (Nattaya Hemakshi Adhyastha)
All Rights Reserved
#562
flora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Five wishes! [SM Family]
  • Umbrella Life [END]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • DENTING  [Revisi]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Say You Love Me Too
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • MFS ✓
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]

Bercerita tentang hubungan persaudaraan yang terjalin begitu erat dan saling menyayangi meskipun masih sering terjadi pertengkaran dan perdebatan untuk hal kecil sekalipun. Kelima orang ini tentu memiliki perangai dan budi pekerti yang berbeda, terbukti Ayah dan Bunda sering mengatakan bahwa sifat dan sikap mereka sangat bertolak belakang meskipun ada satu yang sama. Tentang segala harapan dan cita-cita, mereka pekerja keras dan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai impian yang mereka punya. Telebih ayah dan bunda selalu mengatakan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapatkan ap[a yang ia inginkan, tak ada yang instans semua harus melalui prosesnya masing-masing. "Itu sudah pada bangun atau belum...? nak, bangun semuanya, udah di tungguin sama Ayah buat sarapan! Rendi itu tolong adeknya dibangunkan dulu ya"- Bunda Winata "ayah tunggu sepuluh menit lagi, kalau belum pada ngumpul uang jajan hari ini Ayah potong setengah" - Ayah Cahyadi "Adek susah banget di suruh bangun Bun, disiram halal nggak nih? kalau halal abang langsung gas" - Abang Rendi "Ayah bentar lagi yaa, tanggung banget mimpinya ini huhuhu ketemu Jaemin Nct lho aku" - Mbak Niki " Abang Rendi jail banget sih! Anduk aku dibuang" Adek Jinan "Nggak mau!!! ayah jangan potong duit aku" - Adek Rayyan "Masih dingin lho ayah, ntar adek pilek kek gimana? ayah mau dimarahi Bunda?" - Adek Dewa Itu hanya garis besar kehidupan mereka, sisanya masih banyak lagi drama yang mereka miliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines