Unforgettable

Unforgettable

  • WpView
    Reads 750
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2015
(DISARANKAN MEMBACA NEVER GUESS DAN DERMAGA TERAKHIR LEBIH DULU) ZEVAN Kalian tahu bagaimana rasanya segala yang kita punya diambil oleh orang terdekat kita ? Semuanya terjadi sejak sekolah dasar dan bahkan terus berlangsung hingga kami sudah berada diusia matang. Hufttt.... Aku tidak pernah mengerti, kenapa dia selalu mengambil milikku ? Sekali lagi saat kedua impianku bergerak masuk dalam genggaman tangan, dia kembali berusaha merebutnya. Selama ini aku selalu membiarkannya mendapatkan apapun yang dia inginkan. Tapi saat ini, hatiku meronta memaksa untuk memperjuangannya. Lalu haruskah aku memperjuangkannya ? Atau berhenti dan sekali lagi melepaskan milikku ? Tapi sampai kapan ? Karna sepertinya dia tidak pernah puas mengambil milikku .... SHENA Mungkin semua orang akan bilang aku lebay dan konyol tapi aku memang tak pernah bisa melupakan dia. Dia yang tak ku tahu namanya. Dia yang menyelamatkan hidupku. Dia yang selama ini selalu menghantui otakku dan dia yang hanya sekali ku temui. Tepat saat pentas seni sekolah dasarku. yayaya aku tau kalian pasti mentertawakanku saat ini tapi aku tak perduli. aku akan tetap mencarinya dan aku yakin pasti akan menemukannya. Seyakin aku akan menemukan orangtua kandungku. Xiezha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • Obsesi Para Tokoh [END]
  • ~DESTINY STORYLINE~ [slow update guys, i'm sorry]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • ALVIN (On Going)
  • Anak DESA ✔
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]
  • ku rebut cinta nya dari mu (On Going)
  • ELZEAN [On Going]
  • You are in my past and my future [END]

Di rumah itu, Shena tumbuh seperti bunga yang dipaksa mekar di tengah musim dingin. Suaranya tak pernah didengarkan, mimpinya dipatahkan sebelum sempat terbang, dan langkahnya selalu dikendalikan oleh bayang-bayang harapan yang bukan miliknya. Ayahnya membangun tembok dari ambisi, ibunya bersembunyi dalam diam, dan kakaknya bersinar terlalu terang hingga membuat Shena tampak seperti bayangan yang tak dianggap. Ia belajar menelan kecewa dalam senyap, menyembunyikan air mata di balik senyum yang terlatih. Dalam sepi yang menggema, Shena menemukan satu ruang di mana ia bisa bebas: menulis. Ia mencurahkan isi hati dalam baris-baris rahasia di blog tanpa nama-tempat di mana jeritannya tak perlu suara, tapi tetap bisa menyentuh hati yang terluka. Tulisannya mulai menyebar, dibaca dan dikagumi orang-orang asing yang tak tahu siapa dirinya. Namun saat rahasianya hampir terbongkar, Shena berdiri di persimpangan: tetap menjadi bayangan yang diam, atau berani menjadi suara dari luka yang selama ini dibungkam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines