Gloomy Sunday

Gloomy Sunday

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 6, 2017
WpInfo
Poetry
Cuaca yang berangin ditambah alunan lagu The Beatles mungkin adalah saat yang cocok untuk menulis rangkaian kata-kata yang sudah lama terdesak dalam pikiranku sejak semesta tak pernah memberikanku ruang untuk mengungkapkan kata-kata itu. Dan mungkin memang semesta sangat jahat sehingga aku belum mengambil pakaian-pakaian ku di sebuah tempat laundry di penghujung kota. Ah sudah lah, cepatlah membaca. Ibu sebentar lagi akan marah padaku. - A WORK FULL OF QUOTES AND POETRY created original by Renata Ariella
All Rights Reserved
#802
buku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Gadis Hujan
  • Kata Baper「Quotes」
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Indonesian Poetry
  • Awan Dan Hujan
  • Hujan Dan Kamu (Completed)
  • ✔ Lovemorphosa [completed/revised]
  • DUNIA KATA

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines