Di kala senja yang tak selamanya menguning, di kala biru tak lagi dianggap sebagai warna melankolis yg dibuat-buat, dan disaat malam bukanlah waktu yg puitis lagi menggaungkan kata rindu.
izinkan aku titip namaku disitu.
lebih tepatnya di hatimu yang tak pernah mengenalku. aku sapukan sebagian ragaku bila memang perlu. meski itu berarti harus menunggu tiga atau berapa tahun lagi.
karna entah kenapa, setengah dari diriku seolah meyakinimu.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"tinnnntinnntinnnnn brakkkkkk " suara itu yg selalu mengganggu tidur ku belakangan ini, hampir sudah kesekian kali bermimpi mendengar suara keras itu, dan sampai saat ini aku belum tau apa arti mimpi ku itu.