Story cover for Alisha by coklatchess
Alisha
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 06, 2017
"Terima kasih karena sudah mengisi hari hari ku" Alisha Khaira Wilda

Alisha Khaira Wilda yang biasanya di sapa icha, tidak ada yang tau latar belakang keluarganya hanya galih lah yang tau seluruhnya. Namanya galih saputra laki laki pengertian, laki laki penyayang, laki laki yang selalu ada untuknya kapanpun dan di manapun, laki laki yang di sayanginya setelah papa dan kakaknya, laki laki yg lembut, laki laki yang ia anggap sebagai kakak ke 2 nya. 

"Tidak" itu adalah jawabannya saat di tanya apakah ia menyayangi galih lebih dari seorang sahabat dan kakak. Ia sudah memiliki perasaan terhadap seseorang, seorang laki laki yang menemani masa masa kecilnya, laki laki yang pergi tiba tiba dengan meninggalkan banyak kenangan sehingga tidak bisa melupakannya dengan mudah. Hingga saat ini alisha masih menyimpan perasaannya, perasaan yang sudah memiliki ruang tersendiri di dalam hatinya, ruang yg sudah di tutup rapat rapat sehingga seseorang tidak dapat memasukinya.
All Rights Reserved
Sign up to add Alisha to your library and receive updates
or
#31alisha
Content Guidelines
You may also like
KANARA [COMPLETED] by fanesaca
34 parts Complete
[Belum revisi] "Pernah gak sih suka sama temen sendiri?" _____ "Pada akhirnya, benar kata orang- laki-laki dan perempuan tidak mungkin menjalin persahabatan, pasti salah satu diantaranya ada yang menyimpan rasa lebih" Dan...terbukti. Kanara telah membuat kesalahan dengan menaruh rasa kepada sahabatnya sendiri- Reynald. Tanpa ingin mengakhiri perasaan yang sudah delapan tahun tumbuh diam-diam dalam hatinya, gadis penyuka kopi dan senja itu memilih menetap meskipun membuat sakit. Tapi bagi Reynald, Kanara hanya teman- atau lebih tepatnya, saudara. "Rey, lo cuman nganggep gue temen biasa?" "Engga, lo naik pangkat jadi saudara gue." Sementara Reynald justru terpesona pada Kanaya- sepupu Kanara yang memesona di mata semua orang. Reynald terus mengejar cinta yang salah. "Ra, gue suka Kanaya. Jadi, bantuin ya? Naya kan sepupu lo, tanya tipe cowok nya kaya apa." Segala luka yang ditahan mulai terasa nyata. Persahabatan mereka yang telah terjalin delapan tahun kini berada di ujung tali. "Kita bertiga udah sahabatan lebih dari delapan tahun. Gue gak mau persahabatan itu hancur hanya karena satu di antara kita naruh rasa lebih sebagai sahabat. Jadi jangan ya? Gue gak mau persahabatan ini berakhir sia-sia." Menyimpan perasaan atau mengungkapkannya? Keduanya sama-sama menyakitkan. Tapi Kanara harus memilih Akankah Kanara tetap menyimpan perasaannya dalam diam? Atau memilih mengungkapkan dan mengorbankan persahabatan mereka yang sudah delapan tahun ada? ___ Sudah siap menjelajah ruang friendzone? Tempat di mana cinta diam-diam bisa membunuh pelan-pelan? Disclaimer: - 100% fiksi - This story is my creation - No plagiarisme - Happy reading!! start : 01- 01 -2022 fin: 06- 07 -2022 a teenfiction by fanesaca
You may also like
Slide 1 of 9
To Choose an Enemy (End) cover
Sejenak Luka cover
Daniel Owns Me cover
TOPENG [END] cover
Hallo Alisa (SELESAI) cover
KANARA [COMPLETED] cover
RADDAR💑 cover
GALTHAR cover
RAJAWALI cover

To Choose an Enemy (End)

16 parts Complete

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.