Pekable

Pekable

  • WpView
    Membaca 771
  • WpVote
    Vote 62
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 2, 2018
"Nungguin orang yang kita suka jadi peka itu kok susah ya??" "Ya emang siapa yang lo tunggu peka?" "Ada,, dia gak pernah nyadar sih. Gue udah berusaha terus tapi dianya huah!" "Haha sabar neng" Nadella Kiara merupakan gadis berumur 15 tahun yang tidak pernah berhenti berusaha untuk melelehkan hati sang Arga yang sulit sekali bisa peka dalam hal percintaan. Pria itu, Argana Primatama Wijaya. Umur 16 tahun atau lebih tepatnya kelas 2 SMA. Yang mencintai seseorang yang tidak mencintainya. Namun suatu saat Arga bisa melupakan wanita nya dan bisa menerima seseorang yang tulus mencintainya. Ikuti terus kisahnya. okay!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Almost Us
  • ARGANTARA [ Bersambung]
  • ALGA (On Going)
  • Waiting For You [TAMAT]
  • FARHAN [End]
  • JANUARGHA
  • When Two Hearts Collide
  • Adore You || END
  • 𝐀𝐍𝐆𝐄𝐋'𝐒 𝐂𝐈𝐑𝐂𝐔𝐒 (𝐒𝐔𝐃𝐀𝐇 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐈𝐓)
  • SHALFA [SUDAH TERBIT]

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan