Luluhku pada Dunia

Luluhku pada Dunia

  • WpView
    Reads 638
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 29, 2019
"Cinta" adalah topik yang empuk untuk dijadikan aksara. Kata demi kata menjadi lantunan puisi...buah pikir antara kejadian demi kejadian di rentang waktu yang sama... Tak pernah ada saksi yang berani bilang "Aku tahu Dina, aku memahami Dina ..." , karena dunia tak pernah berjalan seperti yang kita inginkan. Dan aku bukan Tuhan, buat apa orang lain memahamiku. Maka kumpulan puisi ini adalah media paling tepat untuk mencurahkan segalanya...hal-hal yang tak bisa dimengerti, bahkan oleh diriku sendiri. Semua tentang cinta dan segala tanda tanya, menjadi indah, saat kau mau memperhatikannya. *Terima kasih para mantan dan kekasih hati, karena kalian hidup ini berwarna btw...sakit hati sebenarnya tidak perlu, yang perlu adalah introspeksi. Mari.*
All Rights Reserved
#285
dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Renjana
  • CERPEN (END)
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines