IRHAM & ANALIS

IRHAM & ANALIS

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 22, 2018
Kenalin gue ari irham prasaputra eriman panjang kan kayak rel kereta api. Panggil gue ilham aja (ajanya nggak usah dibawa ya wkwkkk). Gue naksir sama cewek berjilbab yang cantiknya kelewat sempurna dan ya jutek plus judesnya minta ampun, tapi gue tetap suka dan cinta sama dia yang kayak begitu. Ciahhhh kok gue terlalu lebay ya ( awwarkd banget ). -------- ------------------------------------------------------------------ Kenalin gue analisay permata indah yantia panjangkan kayak gerbon kereta api (jangan tanya gue habis ide) panggil gue analis atau say, tentu gue nggak baper sama panggilan "say" gue cewek kampus yang menurut anak cowok lainnya, gue cewek idaman (ya paling idamannya harus dipertimbangkan lagi) pastinya itu hanya sebuah gombal murahan, sorry gue nggk mempan ama begituan apalagi akhir-akhir ini ada cowok centil,lebay playboy kelas kakap,kampret dan resenya minta ampun sekaligus membuat mood gue hilang entah kemana (panjangkan deskripsinya jangan bosen ya)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naughty Nanny
  • Tingkat Tiga
  • Angelista Geavano [Completed]
  • CINTANYA AKU [ON GOING]
  • More Than Senior
  • Danielza
  • Pretty Careless
  • Kenaida
  • My Handsome Devil
  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."

More details
WpActionLinkContent Guidelines