YES, MY LADY

YES, MY LADY

  • WpView
    Reads 102,579
  • WpVote
    Votes 1,706
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 3 hours ago
Tukang kopi dan kue yang bergulat dengan tepung dan telur. Arabella Josephina Wallis, menekuni profesinya dengan sungguh-sungguh. Gadis itu seperti gadis pada umumnya yang menjalani hidup apa adanya. Kalau ada yang membedakan Arabella dengan gadis lain, itu adalah gerak geriknya yang terkadang seperti dia adalah seorang Puteri bangsawan. Dan semua gesture tubuhnya itu Arabella dapatkan karena dia terlalu sering mendengar dongeng dari ibunya tentang istana Dukedom Westminster yang megah dan indah. Ibunya juga mengajarinya tentang tata krama sebagai seorang puteri bangsawan dan rela mengeluarkan uang lebih untuk membayar guru sekolah kepribadian profesional untuk Arabella. Arabella kecil tidak mengerti mengapa ibunya melakukan itu namun dia belajar dengan sungguh-sungguh karena Arabella merasa dia menyukai hal itu. Dan juga, dia ingin ibunya senang. Semua berlangsung hingga Arabella remaja. Dan tak pernah sekalipun Arabella tahu apa alasan ibunya yang seolah ingin Arabella memiliki kepribadian dan tata krama sebagai bangsawan. Sampai kemudian, utusan dari Dukedom Westminster menjemputnya paksa untuk datang ke istana Dukedom karena Archer, Duke tua dari Westminster menginginkan kehadirannya. Dan bisik bisik pelayan di istana Dukedom Westminster mengatakan bahwa Lady yang telah lama hilang akhirnya diketemukan! Arabella Josephina, dari kacamata kalian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmaranala
  • Duchess of Valtor
  • SUAMI KAISAR
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental

Di awal kisah, aku dan kamu satu. Parasku itu parasmu. Ragaku serupa ragamu. Namun hidupmu ibarat jalan landai berhias ilalang, sedangkan hidupku layaknya tikungan curam terjal berbatu. Dirimu begelimang kasih, tapi diriku berbalut nestapa. Mudah untukmu, yang sulit jadi bagianku. Kamu beruntung, aku yang sial. Kenapa harus kamu, bukan aku? Memang apa kesalahanku? Salahkan jika kini aku ingin berada di posisimu? Saudariku, kumohon menghilanglah selamanya. PERHATIAN!!! Cerita ini seluruhnya FIKTIF belaka serta tidak terkait dengan sejarah kerajaan manapun walau kisah berlatar kerajaan masa lampau. Semua nama, tokoh, karakter, tempat, waktu, dan jalan cerita hanya rekaan demi kepentingan HIBURAN semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines