Ikkiyori Cafe [Telah Terbit]

Ikkiyori Cafe [Telah Terbit]

  • WpView
    LECTURES 3,746
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Chapitres 23
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé sam., avr. 20, 2019
WARNING!!! (21+) [#9 in Kopi] Harap ikuti peringatan di atas. Bila anda belum merasa cukup umur, jangan baca novel ini karena mengandung unsur seksualitas. Bijaklah dalam membaca. Saya merasa, seminggu ini nona terlihat sedih dan tertekan," ucap Zen lembut. Kilatan kemarahan terpancar dari sudut matanya. Dia tampak tersinggung. "Kalau anda di sini karena rasa simpati, saya tidak butuh," ucapnya lugas. Dia menambahkan, "Bisa anda pergi?".
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Naughty Baby on My Bed
  • My Young Boyfriend (Play Store)
  • 🌹Shining Cafe ⊹⊱Tαмαт⊰⊹
  • Keep Me
  • The Chronicle of 35 year old woman
  • YOU'RE MINE | END

⚠️ Warning!! Novel 18+++ Bijaksalah memilih bacaan sesuai dengan usia kalian. "Tidak perlu malu, itu hanya ciuman," kata Kenzo mulai menggoda Alexa lagi. Alexa mengalihkan pandangannya kearah pria di depannya yang hanya berjarak beberapa centimeter darinya. "Hah? Kau pikir aku malu kepadamu? Kau yang tidak tahu malu!" Alexa menatap Kenzo dengannya tatapan kesal meski wajahnya jelas merah merona. Kenzo menyeringai di dalam hatinya. "Ciumanmu sangat buruk, kau harus banyak belajar," cibirnya. "Aku bisa kok lebih baik," kata Alexa tidak terima dengan ejekan dari Kenzo. Kenzo mendekatkan wajahnya kembali kepada Alexa. "Benarkah? Aku tidak yakin," katanya dengan nada mengejek, sengaja memprovokasi Alexa. "Aku bisa kok!" "Hhmmm... Bisa? Kalau begitu tunjukkan jika kau memang bisa," ucap Kenzo semakin memprovokasi Alexa, sudut bibir pria tampan itu menyeringai licik.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu