GAVIN HISTORIA

GAVIN HISTORIA

  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 24, 2021
[SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA MEMBACA.] "Kenapa kamu yakin kalau aku gak bakal ninggalin kamu?" Tanya Lula. Gavin tersenyum tipis Ialu meraih kedua tangan Lula, di ciumnya kedua telapak tangan itu bergantian dengan pelan takut melukai kekasihnya. "Mungkin karena gua yakin lo gak bakal ninggalin gua kalo guanya enggak aneh-aneh. Dan gua juga udah berusaha berubah buat gak ngelakuin hal bodoh lagi," jawab Gavin. Lula menatap Gavin bingung. "Karena gua yakin La. Lo bisa jadi Pacar, sahabat, temen cerita, adik, semua yang gua butuhin ada di diri lo Adeeva Kalula. Dan kalau lo pergi berati gua kehilangan semuanya." Kata Gavin terlihat tulus dan tidak ada sedikit pun kebohongan di matanya. Gavin langsung memeluk Lula. "Cuman lo yang selalu ada dan pengertian sama gua La." Suara itu terdengar rapuh di telinga Lula. Tanpa sengaja air mata Lula lolos begitu saja, Ia membalas pelukkan Gavin. Semakin erat pelukkan satu sama lain seperti enggan untuk melepaskan. "Aku gak mau berubah kamu itu hanya sesaat Gav. Aku juga gak mau kamu berubah cuma karena aku. Aku mau apa yang kamu lakuin semuanya untuk kebaikan diri kamu sendiri. Kalau misal suatu saat nanti kita ga bareng lagi, aku mau kamu tetap bahagia. Karena sumber bahagia itu ada di diri kamu sendiri." Kata Lula.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • The Oddlove
  • Friendzone | END |
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • No Longer Mate
  • FRIENDzone (Completed)
  • Love & Enemy
  • 180° [END]
  • Alice & Adrian
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines