Teralih

Teralih

  • WpView
    Reads 753
  • WpVote
    Votes 257
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2017
"Apa kamu tahu rasanya ditinggalkan?" Sunyi tak bertepi Hampa tak terisi Menyadari bahwa kau ada hanya untuk dirimu sendiri. Gadis itu bernama Latisya Aditami. Perawakannya yang keras hampir tidak bisa disandingkan dengan siapapun atau apapun. Sementara lelaki itu, bernama Galih Al Hady, lelaki yang berhasil mengetuk pintu hati gadis itu. Di panggung romansa, sutradara berkata mereka-lah tokoh utamanya. Namun siapa sangka bahwa selembar naskah berjudul 'takdir' berkata lain? Tanpa bisa membendung perasaannya yang membuncah, Latisya merasakan rasanya ditinggalkan untuk pertama kali. "Wahai Gadis Malang, seberapa mampu keinginanmu untuk merubah naskah yang disebut 'takdir' itu?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Horibble Woman (END)
  • A New Beginning
  • TRAP!
  • Transmigrasi Adella
  • Bad and Good
  • The Blue Sweater And The Blur
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞�𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Seven Days
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Amnesia: Karachi Untold Story (COMPLETE)

YANG MASIH DI BAWAH 19+ SKIP CEIRTANYA, DISINI ADA BEBERAPA ADEGAN YANG MENGANDUNG 🔞 Bagaimana jadinya jika musuh berubah menjadi seseorang yang kita cintai? "A collection of weak earthworms!" ucapnya sinis seraya mengacungkan jempol kebalik. Sang ketua dan juga anggota DAREDEVIL lainnya tercengang mendengar ejekan itu. Terutama ketua dari mereka, Alexander Galaxi. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya memutih menahan amarah. "Tuh orang siapa sih, gak ada peting beliung dateng-dateng jadi pengacau." ucap Bima Bastian anggota dari geng Alexander. "Nyari mati mungkin!" tukas cowok yang bernama Bagas Raymond. Senyum mengejek terpancar di balik masker itu. Aura kekejaman dan dendam telah membutakannya. Dendam yang sudah lama ia pendam, dan sudah saatnya dia membalaskan semua pada orang-orang sampah itu. "Musuh baru." ucap Alexander dingin. [CERITA INI MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, PENUH KEKERASAN, PELECEHAN. HARAP BIJAK UNTUK MEMBACA.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines