Teralih

Teralih

  • WpView
    Reads 753
  • WpVote
    Votes 257
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa kamu tahu rasanya ditinggalkan?" Sunyi tak bertepi Hampa tak terisi Menyadari bahwa kau ada hanya untuk dirimu sendiri. Gadis itu bernama Latisya Aditami. Perawakannya yang keras hampir tidak bisa disandingkan dengan siapapun atau apapun. Sementara lelaki itu, bernama Galih Al Hady, lelaki yang berhasil mengetuk pintu hati gadis itu. Di panggung romansa, sutradara berkata mereka-lah tokoh utamanya. Namun siapa sangka bahwa selembar naskah berjudul 'takdir' berkata lain? Tanpa bisa membendung perasaannya yang membuncah, Latisya merasakan rasanya ditinggalkan untuk pertama kali. "Wahai Gadis Malang, seberapa mampu keinginanmu untuk merubah naskah yang disebut 'takdir' itu?"
All Rights Reserved
#540
indonesiamembaca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blue Sweater And The Blur
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Seven Days
  • FIRST LOVE [ END ]
  • Horibble Woman (END)
  • Transmigrasi Adella
  • 𝐓�𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • About LOL (Losing Out Love)
  • A New Beginning

Pramudya Nawasena, semoga namaku mengekal dalam jiwamu, terkubur selamanya dalam perasaan sunyi dirimu. Kau yang tak berniat menyentuh cinta sekalipun, kau yang selalu berpikir bahwa hidupmu masih terlalu "nanti" untuk hal itu. Maka, biarkan aku menyerahkanmu pada cinta. Cara apa yang akan kau lakukan, sebijak apa dirimu akan memilih. Tuhan mengirim semerbak aroma Melati Mayasari yang selalu buram tentang apa yang ia pandang. Bisa kau membuatnya mengingatmu dengan jelas? Bisa kau buat rajut sweater warna birumu itu abadi dalam benaknya? Maka, sejauh mana kau menempuh perjalanan bersama sweater milikmu menjelajah dunia yang buram Puisi yang selalu kau tulis, sajak yang selalu kau lantunkan dengan alunan musik itu, apakah bisa membuat gadis dengan matanya yang Buram itu tersenyum? Mampu kah sajakmu menyelaminya? Dalam hidup Pramudya yang datar, kali ini ia diberi izin olen Tuhan untuk menawar hati seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines