SAVE ME

SAVE ME

  • WpView
    Reads 472
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
Tok tok tok Bunyi ketukan pintu membuat gadis yang sedang terlelap terbangun dari mimpi indahnya. Lelaki itu berdiri di depan pintu rumah gadis yang sedang mengusap mata tersebut. Dia basah kuyup, wajahnya memucat, bibirnya membiru dan bergemlatuk. Badannya bergetar akibat angin malam dan baju basah yang iya kenakan. Tatapan lelaki itu seperti menyimpan kesedihan yang mendalam. Wajahnya menunjukkan bahwa lelaki itu sedang dalam kondisi yang tidak baik. "gwaenchanh-a?" Lelaki itu tidak menjawab. Dia hanya menunduk dan gemetar. Melihat ujung kaki yang menurutnya lebih menarik dari apapun. Tak lama lelaki itu mendongak dan menatap mata gadis itu "Bogoshipo" Dia memeluk gadis itu seperti tak ingin gadis itu pergi meninggalkanya. Follow terlebih dahulu sebelum membaca. Budayakan tinggalkan jejak vote dan comment guys. Gomawo.
All Rights Reserved
#590
rapmon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Truth Untold -BTS✔
  • [TAEKOOK] LIMITLESS
  • Trap, Damn! (BTS FF)
  • Lampu Padam | BTS Fanfiction
  • FF BTS || alwaysFine
  • D Boys Fall In Love With B Boys (Vkook-Yoonmin)
  • Pria Dari Poster [Kv]
  • ADEK ✔ [Revisi]
  • Annyeong Jimin [Completed]
  • Knock Knock [COMPLETE]

[Completed] Sebuah kisah dimana seorang gadis cantik ini adalah anak dari konglomerat di Korea Selatan dan adik dari idol terkenal di seluruh dunia. Kebenaran bahwa nyawa gadis ini tidak akan lama akibat penyakit yang di deritanya. Satu kata yang akan keluar dari mulut mereka adalah menyesal. "Apa yang bisa aku lakukan? Di Taman. Di dunia ini. Aku bunga yang mekar cantik yang mirip denganmu. Dan bernapaslah seperti yang kau tahu. Tapi aku masih menginginkanmu. Aku masih menginginkan mu" bisik Yoongi di telinga sang adik tercinta yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. "Mungkin dulu. Sedikit lagi. Sebanyak ini saja . Jika aku punya keberanian untuk berdiri di hadapanmu. Apakah semuanya akan berbeda sekarang?" Ucap gadis ini di dalam hatinya. Ia mendengar semua apa yang dikatakan oleh 7 kakak laki-lakinga setiap hari. Membuatnya semakin lemah dan rindu ini semakin bertambah. "Seperti debu-debu kecil yang terbang diudara. Akankah aku mendapatkanmu lebih cepat. Jika aku adalah salju yang berada diudara?" Gadis ini menitikkan air matanya dalam keadaan mata tertutup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines