Baekhyun, Pria mungil itu tak lagi mengeluh, tak lagi berdoa pada Tuhan agar semua siksaan padanya berkahir, karna dia yakin Tuhan juga tidak akan mendengarkan doanya. tidak ada yang menginginkannya bahkan, Tuhan sekalipun.
Chanyeol, pimpinan mafia yang selalu hidup dibawah trauma masa kecil, melahirkan sosok monster yang mengerikan dalam dirinya.
Chanyeol menemukan pelampiasan semua dendamnya, semua trauma yang diperolehnya dari masa lalu, namun sanggupkah Chanyeol terus menyiksa pria mungil itu, saat darah dagingnya tumbuh dalam tubuh sang pria lemah.
Baekhyun merasakan sesak di dadanya. Ia tidak bisa bernapas sampai akhirnya Chanyeol melepaskan tautan ciuman mereka. Air mata yang sedari tadi berusaha Baekhyun tahan akhirnya keluar juga.
"Apa yang barusan anda lakukan, Tuan?" Baekhyun bertanya dengan nada bergetar. Ia merasa lemah karena untuk menatap wajah Chanyeol saja ia tidak mampu.
"AKU TIDAK INGIN KAU MENANGIS! AKU MAU KAU MEMUASKAN PENISKU MALAM INI!" Baekhyun terkejut mendengar Chanyeol yang membentaknya.
Malam itu menjadi malam paling berbekas di hidup Baekhyun. Tiap detikan jam, potongan-potongan memori malam itu selalu muncul di benaknya. sekalipun ia berusaha untuk melupakannya. Sepertinya kehilangan ingatan akan lebih baik bagi Baekhyun.
.
.
.
COMPLETED