My Thunder love

My Thunder love

  • WpView
    Bacaan 281
  • WpVote
    Undian 30
  • WpPart
    Bahagian 8
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Dis 20, 2017
WpInfo
Fiksyen
Fantasi
Prolog Author POV Bagaimana bisa gadis itu mencintai laki laki seperti dia. Tidak! itu tidak mungkin. Gadis itu berusaha menghapuskan perasaan yang dimiliki. Ia monster, dia bukan manusia. Dia selalu melakukan hal hal yang beringas, gadis itu tidak suka akan kelakuannya. Dia berkata pada Tuhan -Ya Tuhan, hapuskanlah rasa ini. Tolong hapuskan Tuhan. Tolonggg- Matanya perih menatap sosok laki- laki yang ada dihadapannya. Dia seperti tengah kesetanan saat ini, gadis itu ingin pergi menjauh darinya, tapi kakinya seakan kaku bagaikan terikat oleh rantai besar. Tangan nya bergetar hebat, mulutnya kelu untuk mengucapkan walaupun hanya satu kata saja. "Hentikan langkahmu! Jangan dekati aku!" ucap gadis itu dengan sedikit isakan yang keluar dari mulutnya. "Hey, ada apa dengan mu? kenapa kau seperti itu?" ujar laki-laki dengan mata nanarnya dan langkah kaki yang gontai. Ia berjalan mendekati gadis didepannya. Tangan kanannya bergerak menyentuh helaian rambut gadis itu, harum, ia suka bau harum yang menyeruak dari tubuh gadis dihadapannya, sungguh, ia sangat ingin memeluknya. Sangat! sedangkan tangan kirinya mengusap lembut pipi tirus gadis tersebut, menghapus jejak bulir air mata yang berhasil lolos dari kedua mata. Gadis itu tersentak mendapat perlakuan hangat darinya, ia hanya tertunduk lemah, wajahnya sudah basah dengan air mata. "Maafkan aku, kumohon maafkan aku. Jangan tinggalkan aku, kumohon. Aku sangat mencintaimu" Ujar laki-laki itu meyakinkan. Laki-laki itu menepis jarak antara keduanya, menggapai pinggang rampingnya, mendekap erat tubuh mungil yang tengah bergetar hebat. Mengusap lembut punggungnya, lalu membenamkan kepalanya di curuk leher gadis tersebut. Menyesap harum wangi tubuhnya. Sang gadis hanya menerima kelakuan laki-laki itu, ia masih terisak, dan membenamkan kepalanya didada bidang milik laki-laki tersebut.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • My Crazy Neighbor (Completed)
  • [END] Perfect Half
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • SLOWLY
  • Xagala
  • Tanya Hati (Selesai)
  • Ayah yang Menginginkanku 18+
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]

Cerita dewasa 18+ WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! Revan menghela napasnya gusar. Lelaki itu memilih duduk di teras rumah dan mengselonjorkan kaki nya. "Om? Nih buat Om" Revan menatap permen lolipop di depannya dan menatap si pemberi permen tersebut. "makasih" Ucap Revan mengambil lolipop tersebut. "Om sedih ya disuruh keluar negeri?" Tanya Gaby yang ikut duduk di dekat revan. Gaby dengar semuanya saat Bunda Revan mengomeli lelaki itu. "Bukan cil" balas Revan sendu. "Terus apa?" "Saya sedih karena ayam saya meninggal" Ucap Lelaki itu melahap lolipop nya. Jujur saja dia tidak sedih di pindahkan di luar negeri, dirinya malah senang bisa melihat bule tiap hari. "Om gak punya uang buat beli ayam ya? Caranya dapat uang biar bisa beli ayam lagi gimana?" Tanya Gaby. "Kamu mau bantu saya biar bisa beli ayam?" Tanya revan menaikkan sebelah alisnya. "Mau!, caranya gimana?" Tanya Gaby balik. "Ayok ngelonte" Balas Revan. "Ngelonte itu apa?" Revan memutarkan bola matanya malas "Ngelonte itu dapat duit, bisa bikin tetek kamu gede juga, kamu mau gak?" Tanya Revan. "Mau!" Mendengar jawaban Gaby, langsung saja Revan menggendong bocah tersebut ala karung beras. Gaby teringat jika belum minta izin maka dari itu gadis itu teriak agar Mamahnya yang sedang menyapu mendengar suaranya. "Mah! Aku izin mau pergi sama Om Revan!" Teriak Gaby. "Kemana!" Balas Mamahnya teriak. "Ngelonte Mah!"

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi