Dafa My Kribo

Dafa My Kribo

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Aaa lo kena Vi!" "Hhh. Oke gue pilih tantangan aja deh." "Oke, tantangannya.... Lo tau kan Dafa si ganteng kelas 11IPA03 itu?" "Yang kribo? Biasa aja gak ganteng." "Terserah lo lah. Yang penting lo tau kan?" "Iya, terus?" "Tantangannya lo bilang ke si Dafa itu, kalo lo udah suka sama dia dari lamaaaa banget dan lo tembak dia. Terus terakhirnya lo bilang deh kalo ini tantangan dari kita - kita." "Hah? Gak mau ah gue. Gak ada yang lain apa?" "Gak terima penawaran!" "Hhhhh oke yaudah." " Dafa!!!! Dafa!!!! Sini deh temen gue Viana mau ngomong nih!" Berawal dari sebuah tantangan konyol sang sahabat menjadi awal lahirnya kisah baru. Oke! Tambah ke library dan baca cerita pertamaku ya! Semoga suka.
All Rights Reserved
#47
anakipa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines