Obsesi Kembaranku

Obsesi Kembaranku

  • WpView
    Reads 2,382
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 27, 2014
Wina terjebak dalam obsesi kembarannya. Setelah kehilangan dua orang pacarnya, Wina kini khawatir akan kehilangan Reynaldi, pacar ketiganya. Cerpen thriller-psycho ini mengandung adegan dewasa dan tidak cocok untuk pembaca yang masih di bawah umur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RIFIORIRE
  • Secret Devotion
  • Dalam Satu Tahun
  • Two Side
  • Kelam
  • Retaliation Room
  • Kedai Kopi Pahit [TAMAT]
  • Bratty Wife
  • Fall In Your Shadow
RIFIORIRE

Rheandra Falisha Jenna, seorang dokter bedah jenius, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis hanya karena sebuah novel. Novel yang mengisahkan Marcello Ludovic Leonardo, CEO dingin dan penuh kontrol, serta Callista Carmella, sekretarisnya yang sempurna. Namun, segalanya berbalik saat kecelakaan tragis menimpanya. Saat membuka mata, Rheandra bukan lagi dirinya-melainkan Andrea Avissena Gienka, seorang gadis cantik yang hanya disebut sekilas dalam novel sebagai mantan kekasih Marcello. Sayangnya, di mata Marcello, Andrea bukan sekadar masa lalu. Dia adalah pengkhianat. Takdir mempertemukan mereka kembali. Andrea, yang kini berjiwa Rheandra, ingin menjauh dari plot yang mengikatnya. Namun, Marcello justru semakin terobsesi. Kebenciannya yang dulu membara kini berubah menjadi ketertarikan berbahaya. Andrea yang dulu mudah dikendalikan telah menghilang, digantikan oleh sosok yang lebih kuat dan sulit ditaklukkan. Namun, Marcello tak peduli. Sekali ia menginginkan sesuatu, ia akan memastikan hal itu menjadi miliknya-tanpa peduli seberapa keras Andrea berusaha melawan. Bisakah Andrea mengubah jalan cerita yang seharusnya terjadi? Ataukah ia justru terseret dalam permainan Marcello yang semakin mencekam, di mana satu-satunya aturan adalah... tidak ada jalan keluar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines