Seperkian Detik

Seperkian Detik

  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 12, 2018
"Setidaknya, biarkan aku mencintaimu. Tanpa sepengetahuan siapapun. Soal terbalas atau tidaknya, biar itu menjadi urusanmu. Bahkan aku sadar, mungkin aku hanya bayangmu. Bayangan yang hanya ada di belakangmu. Hitam putih, tak terlihat jelas, dan semuanya semu bagimu. Tapi setidaknya, tataplah aku walau hanya sedetik saja. Aku yang selalu berada di dekatmu walau kau hiraukan." -Vincka-
All Rights Reserved
#33
sp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay or Go
  • SENJA KU SENJA MU
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • LEAVE ME ALONE
  • The Time That I Loved You -> K.J.I
  • Love And Lose
  • PAIN AND REGRET (KOOKV) END
  • The Last Empress

Cerita 1 Kenapa takdir selalu mempermainkanku? Mengapa takdir merenggut orang-orang yang aku sayang? Dulu sahabatku, keluargaku, lalu sekarang kekasihku. Apakah tidak cukup melihatku selalu menderita? Mengapa takdir tak pernah mengizinkanku tuk bahagia? ~~~~~~~~~~~~~~~ "Lo itu punya telinga gak sih? Gue kan udah bilang, pergi dari sini! Jangan pernah lo muncul didepan gue! Gue muak sama lo, pergi gak lo!" "Lo fikir gue beneran cinta sama lo? Gak akan pernah. Lo itu cuma cewe pelarian gue saat cindy pergi. Sekarang cindy udah datang, jadi mending lo jauh-jauh dari gue. Gak usah muncul didepan gue, ganggu aja lo!" "Lo bakal nyesel kak, kalo lo tau yang sebenarnya. Gue bakal bawa kak kia pergi jauh dari hidup lo, biar lo puas. Tapi ingat kak, gue gak akan pernah biarin lo ketemu kak kia lagi. Ingat itu kak!" "Makasih kak, sudah mengenalkan aku seperti apa rasanya dicintai. Dan makasih juga, karna kakak sudah mengenalkan aku seperti apa rasanya sakit hati. Kakak tenang aja, aku bakal pergi kok. Aku pergi bukan karna aku menyerah, tapi aku pergi karna kakak yang memintanya. Terima kasih untuk semuanya kak, semoga kakak bahagia." ~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Akankah kiara memilih untuk bertahan? Ataukah dia memilih tuk menyerah? By Inayah Wulaningsih

More details
WpActionLinkContent Guidelines