Bersajak

Bersajak

  • WpView
    Leituras 274
  • WpVote
    Votos 74
  • WpPart
    Capítulos 16
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, dez 20, 2017
Manusia bisa berencana Namun Tuhan yang menentukan Ketika kita diterbangkan dengan sebuah kesuksesan , dan ketika itu juga kita dijatuhkan dengan sebuah kesuksesan . Ketika tanganmu patah , kamu punya kaki untuk berjalan Ketika matamu buta , kamu punya hati untuk melihat . Terkadang semangat orang - orang disabilitaa lebih besar dari pada orang normal (!)
Todos os Direitos Reservados
#397
kita
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Yang Pernah Patah
  • Nasihat dalam Puisi
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • HI! AB PART 1
  • Our Journey To Love
  • Patah Hati Paling Disengaja
  • Daily Quotes

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo