FREDITEN

FREDITEN

  • WpView
    Membaca 1,454
  • WpVote
    Vote 208
  • WpPart
    Bab 21
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 22, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
"WOI, INES JELEK!" -Abam "BERISIK LO, BULUK!" -Ines Abam suka meledek, Inez paling tidak bisa tinggal diam kalau diejek. Terlebih lagi kalau di ejek dengan Abam, manusia ter-minus di matanya. Tiada hari tanpa tatapan mata sinis dan membunuh, perbedaan argumen yang membuat mereka bertengkar, suara saling meledek dan lemparan kertas dengan tulisan yang mengejek. Started = January, 4th 2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Reynand & Joya | END
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Bad boyfriend [END]
  • Living with Badboy ✔️
  • Sikampret & Sitengil [COMPLETED]
  • ALVAREZ [SELESAI]
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • MANTAN? BODO AMAT (SUDAH TERBIT)
  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan