For Love

For Love

  • WpView
    Reads 251
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 27, 2021
Tidak terhitung berapa banyak cibiran yang Nuri dapatkan, hingga ia memutuskan berhijrah. Bersyukur ia mempunyai 3 sahabat yang membuatnya tidak pernah putus asa. Bagi Nuri sosok Noer sudah seperti makhluk yang ingin ia jauhi karena berdekatan dengan yang bukan mahram itu tidak boleh namun ia sendiri tidak pernah bisa berjauhan dengannya karena suatu alasan. Karena pertemuannya dengan Noer, Nuri dapat mengenal Almira dan Ciko. Bagi Nuri sosok Almira sangatlah berarti bagi hidupnya. Almira bukan hanya seorang teman, tapi seperti saudaranya sendiri. Almira yang selalu mengingatkannya untuk terus berjuang dalam prosesnya berhijrah apabila ia sedang lalai. Semakin hari Nuri merasa ada yang berbeda diantara mereka. Nuri tidak suka menebak apa yang terjadi. Tapi, ini membuat hatinya semakin sakit. Ciko selalu mempunyai berbagai cara untuk membuat Nuri bahagia, meskipun ada satu hal yang ia tutup rapat agar tidak diketahui Nuri.
All Rights Reserved
#479
istiqomah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Hatiku Memilihmu [END]
  • LAKI-LAKI MASJID (END)
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • PYBP 2: Dialah Penyempurna Agamaku [END]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Diary Nur
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • DESIRAN CINTA

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines