Story cover for ALANO by faradilaesa
ALANO
  • WpView
    LECTURES 165
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Chapitres 4
  • WpView
    LECTURES 165
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Chapitres 4
En cours d'écriture, Publié initialement déc. 10, 2017
Aku pernah bilang. Bahwasannya, aku menyukai lagu Perfect yang selalu ku nyanyikan saat bersamamu dirumahku. Apakah aku yang kurang membuktikan, ataukau kamu yang memang tidak peka. Ah, sudahlah. Aku tak tau. Yang terpenting sekarang. Aku ingin hidup bersama denganmu lewat lagu yang ku suka.




Ini cerita ke dua setelah ceritaku yang berjudul Cerita Saat Senja. 
Mohon dukungannya ya, biar rajin update, jangan lupa vote and coment.


🌹
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter ALANO à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#460kebersamaan
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Bawa Aku Pulang (End), écrit par Rizardila
9 chapitres Terminé
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
Mencintaimu Dari Ujung Senja, écrit par edhittt
41 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes
Senja selalu menjadi saksi bisu setiap pertemuan kami. Di bawah langit jingga yang mulai memudar, aku selalu menemukan kedamaian saat bersamamu. Setiap sore, ketika matahari perlahan tenggelam, hatiku seakan menemukan pelabuhan setelah sekian lama berlayar. Aku ingat pertama kali kita bertemu. Saat itu, kau sedang duduk di tepi pantai, menatap jauh ke arah horizon. Ada kesedihan yang terpancar dari matamu, namun saat aku menghampiri dan mengajakmu bicara, senyummu merekah seindah mentari pagi. Sejak saat itu, aku tahu bahwa aku ingin selalu melihat senyummu. Setiap hari, kita menghabiskan waktu bersama. Kita berjalan-jalan di sepanjang pantai, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Kau mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan, tentang cinta, dan tentang arti kebahagiaan. Aku merasa begitu beruntung memilikimu. Namun, tak semua kisah cinta berakhir bahagia. Ada saatnya kita harus berpisah. Jarak dan kesibukan masing-masing membuat kita sulit bertemu. Meski begitu, rinduku tak pernah hilang. Senja selalu membawamu kembali dalam ingatanku. Aku sering bertanya-tanya, apakah kau juga merasakan hal yang sama? Apakah kau juga mengingat semua kenangan indah yang pernah kita buat bersama? Aku berharap suatu saat nanti, kita bisa bertemu kembali dan melanjutkan kisah cinta kita. WARNING: ADULT THEMES (18+). This content is intended for mature audiences and adheres to Wattpad's guidelines for mature ratings.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
best friend and twilight cover
Senja Bersimbah Darah cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Langit Senja (End) cover
Langit. cover
Cerita Tentang Zeeya cover
Why? cover
Mencintaimu Dari Ujung Senja cover
Be My Husband [REVISI] cover

best friend and twilight

8 chapitres En cours d'écriture

"Ami, liat senjanya cantik banget" "iya ran cantik" "tapi sayang nya ga abadi ya" "di dunia ini gak ada yang abadi Ranya..., semua akan musnah pada waktunya" "mi? kita akan tetap seperti ini kan? kita ga bakal pisah kan?" ami seketika terdiam mendengar pertanyaan sahabatnya itu, ia bingung meski sebenarnya ia tau jika setiap pertemuan pasti ada perpisahan tapi entah mengapa hatinya egois dan ingin menyangkal ═━═━═━═━═━═━═━═━═━═─═━═─═━═━═━ "apakah kita akan seperti senja?" "atau tidak ada kata kembali dan hanya akan mengukir kenangan semata?" "aku benci pikiran ku!" "aku benci mimpi buruk ku!" "dan aku benci semua hal yang mengenai tentang ku!"