Ku berjalan di tengah bunga-bunga berjatuhan, menikmati indah nya sore hari di negara yang biasa di sebut dengan negri gingseng,dengan membawa beberapa berkas dan buku. Di saat ku berjalan tidak sengaja aku menabrak seorang lelaki yang amat sangat tinggi, bahkan jika di bandingkan aku hanya sebatas pundak nya, buku dan berkas yang ku awali berserakan di tanah.
"maaf telah menabrak mu" Ucap ku. Sambil membereskan buku dan berkas-berkas ku.
Dan lelaki itu pun menjawab.
"tidak, tidak apa-apa, sini aku bantu" Balas nya
"ini.." sambil mengembalikan buku dan berkas ku.
"terima kasih" Ucap ku dan melihat muka nya aku sangat kaget. Dan langsung memundurkan langkah ku.
"kamu..."
"ada apa?" kaget nya juga.
WAHHHH... SIAPA ITU? 😂
Mau lanjut? Ayokk baca cerita Uci😊terima kasih.
(PART MASIH LENGKAP!)
Kembali ke masalalu....
Meskipun itu terdengar gila tapi Zea sangat bersyukur telah mengalaminya, meski hanya kembali pada lima bulan yang lalu dan semuanya sudah terlanjur hancur, Zea berjanji akan mengubah jalan hidupnya.
Zea akan membuat jalan hidup yang bahagia bersama putranya, dia tidak akan membiarkan putranya terbunuh didepan matanya untuk kedua kalinya.
Meskipun putranya adalah hasil dari pemerkosaan yang terjadi secara tidak sengaja, tapi sungguh dengan segenap jiwanya Zea sangat menyayangi anaknya itu.
***
"Ayen dengar Buna kan? Ayo buka matanya, temenin Buna di sini, dunia terlalu jahat sayang."
"Hahahaha, seorang Antagonis ternyata bisa nangis juga."
"Gue emang Antagonis TAPI GUE JUGA PUNYA HATI, KENAPA HARUS ANAK GUE! KENAPA!!!"
"Kalian pembunuh!"
***
"Hah, gue kembali."
"Tuhan terimakasih Tuhan."
"Ayen Buna tunggu kamu ya."
❒❒❒
ASLI KARYA SENDIRI NO COPY COPY KAYAK GAK PUNYA OTAK DAN HATI!
LO YANG BACA CERITA INI JANGAN PERNAH ADA NIAT SECUIL PUN BUAT COPY ATAU PLAGIAT CERITA GUE! LO PIKIR BUAT INI GAMPANG? ENGGAK! MAKANYA JANGAN AMBIL HAK MILIK ORANG
Kalau suka sama cerita ini boleh, tapi gausah ngejiplak kesannya kayak gak punya otak buat mikir karya sendiri
Oke sekian. Maaf terlalu kasar tapi ini DEMI KEBAIKAN BERSAMA