Puisi Aksa

Puisi Aksa

  • WpView
    Reads 1,445
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Ketika seseorang sudah berani menulis, dan sudah berani membagi tulisannya, maka akan terasahlah isi benak yang masih bertumpuk, hingga menulis menjadi sebuah keindahan, yang tak kan pernah berhenti. Terus berkarya!! (iw) Fyi_Disini hanya sekumpulan puisi dan cerpen fiksi.
All Rights Reserved
#62
jatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • [END] Blind Rainbow
  • Barisan Penyesalan
  • ZEEDIEN  [End]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Sampai Sini [End]
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines