My Gray Life (SLOW UPDATE)

My Gray Life (SLOW UPDATE)

  • WpView
    Reads 577
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 19, 2018
Aku percaya akan ada saatnya aku bahagia. Aku percaya pasti ada pelangi setelah hujan, sama seperti kisah kita pasti akan ada yang bahagia walau tidak semua orang akan menemukan kebahagiaannya. Aku akui aku jatuh hati padamu tapi aku bisa apa?? Andai saja Andai Dan Andai Andai hati bisa ku kendalikan agar sama seperti otak untuk berhenti jatuh cinta padamu tapi semua tidak bisa ku lakukan karena hati tak bisa dikendalikan. Hanya diam yang mampu ku lakukan karena aku pun tak tahu harus melakukan apa supaya hati ini tak jatuh padamu lagi. Aku hanya bisa menikmati rasa cinta ini yang semakin hari semakin besar sama halnya aku menikmati tetes demi tetes air hujan yang selalu rela jatuh berkali kali tanpa mengeluh. *RANGGA AGAM ALEXI *SASHA NATHANIA WIJAYA Tungguin cerita ini lagi ya guys?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind After
  • CLOSER
  • In a Rainy Season
  • U are
  • Rainy Day
  • Hujan di Hari itu
  • RAIN
  • I Love You
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Rain : Because of You [On Hold]

Kita semu, dan aku mungkin hanya cerita tidak menyenangkan lainnya dari cinta pertamamu yang kelabu. Kita tiada, seperti suara riuh dari hujan yang sia-sia. -- [Beberapa part sengaja di-unpublish sementara karena proses revisi] Setelah kemarin, aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, sebagai bentuk penerimaan terbesarku usai kehilangan. Sebelum sampai Bandung pun, aku tahu aku hanya bersembunyi dibalik kata 'setelah' dan kita yang selesai. Sementara kamu tidak pernah hilang. Meski aku sudah tahu, rasanya kau seperti waktu, sementara aku hanya pergantian dari hujanmu yang usai--pun kemaraumu yang selesai. Aku masih bersikeras melupakan, El, mengisi hujan yang terlalu riuh dan pergantian musim yang terlalu lengang. Bandung sudah mengirimkan banyak orang-orang baru, memberitahu jika tanpa hadirmu pun, aku bisa melalui semuanya. Namun tetap saja, hatiku batu. Seluruh penuh dan kosong hanya meyakinkanku soal kamu. Sementara bagimu, aku tidak pernah punya ruang, bukan? Aku hanya kosong yang senang ketika kauminta menggenapkanmu paksa, memulihkanmu dari bekas luka dan cerita lama. Sudah hampir setengah dasawarsa, dan aku memutuskan menuliskanmu dalam cerita, menulis seluruh riuh hujan yang gembira dan cerita tentang perempuan kaku yang pandai berpura-pura. Terima kasih, El. Kau tetap manusia meneduhkan dan sungguh berharga bahkan setelah Bandung berhasil mengubah sebagian besar dari bagaimana aku melihat dunia. [COMPLETED]

More details
WpActionLinkContent Guidelines