Stupidity Human

Stupidity Human

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 19, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku menitipkan hatiku kepadamu - tetapi kamu sendiri tak mampu menjejakkan kakimu tetap di sebuah titik. Bagaimana aku bisa percaya? Jika kamu katakan cinta, aku temukan dia di sini, di tempat yang kusebut rumah ini. Ada cinta, mimpi, dan harapan di sini. Aku takut untuk harus meraihmu, memastikanmu tak akan pergi lagi - ketika aku lepaskan tanganku. Ya, karena itulah aku meninggalkanmu, memilih arah yang berbeda denganmu. Lalu, cinta itu datang. Cinta dari seorang yang mungkin menyimpan sosokmu di dalam dirinya. Aku yakin aku mampu hidup bersamanya, mimpi dan harapan kami sama. Namun, takdir, ya aku tak mampu bertaruh dengannya. Kamu, dia, dan cinta - aku simpan di hatiku. Suatu saat nanti, jika memang sudah waktunya, akan kubuka kembali cerita. Kamu atau dia, entah, aku belum menemukan siapa yang aku nanti.
All Rights Reserved
#153
believe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bara & Tara
  • Diana - Cinta Tak Pernah Salah
  • Masih Sama
  • Ilusi
  • [END] Blind Rainbow
  • KUMPULAN-KUMPULAN CERPEN REMAJA
  • when i have to fight
  • Saat Dunia Tak Menatap Kearahmu
  • EXPECT (Complete)
  • Kamu

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagaimana rasanya jika sebuah ruang hati yang hampa dikunjungi oleh hati lain yang keadaannya pun tak jauh berbeda. Bukan sebuah kesunyian yang terasa, melainkan tentang sebuah usaha untuk saling mengisi dan saling membahagiakan. Tentang sebuah hati yang membuat diriku selalu jatuh cinta hingga kini. Awalnya memang membuatku berpikir, bingung dan berpikir, terus saja seperti itu. Lucu, tidak pernah bisa disangka-sangka. Hingga pada akhirnya kisahku denganmu ini tetap selalu akan tersimpan di dalam ingatanku dengan hangat, selalu hangat dan tetap hangat. Untuk calon pembaca yang pernah tenggelam dalam sebuah harapan, ini kisahku untuk kalian, untukmu, untuk kamu di masa lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines