Stupidity Human

Stupidity Human

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 19, 2019
Aku menitipkan hatiku kepadamu - tetapi kamu sendiri tak mampu menjejakkan kakimu tetap di sebuah titik. Bagaimana aku bisa percaya? Jika kamu katakan cinta, aku temukan dia di sini, di tempat yang kusebut rumah ini. Ada cinta, mimpi, dan harapan di sini. Aku takut untuk harus meraihmu, memastikanmu tak akan pergi lagi - ketika aku lepaskan tanganku. Ya, karena itulah aku meninggalkanmu, memilih arah yang berbeda denganmu. Lalu, cinta itu datang. Cinta dari seorang yang mungkin menyimpan sosokmu di dalam dirinya. Aku yakin aku mampu hidup bersamanya, mimpi dan harapan kami sama. Namun, takdir, ya aku tak mampu bertaruh dengannya. Kamu, dia, dan cinta - aku simpan di hatiku. Suatu saat nanti, jika memang sudah waktunya, akan kubuka kembali cerita. Kamu atau dia, entah, aku belum menemukan siapa yang aku nanti.
All Rights Reserved
#106
believe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Sama
  • Saat Dunia Tak Menatap Kearahmu
  • KUMPULAN-KUMPULAN CERPEN REMAJA
  • Bara & Tara
  • Cinta dan Dilema
  • Ilusi
  • EXPECT (Complete)
  • Dua Ufuk Terpisah
  • Ongoing Delusions
  • Oneironaut

Tapi luka tak selalu akhir cerita. Karena kadang, setelah kejatuhan, ada orang yang hadir bukan untuk menggantikan, tapi menemani sembuh. Ini bukan kisah cinta yang meledak-ledak. Ini kisah pelan, tentang melepaskan, menerima, dan belajar mencintai dengan cara yang baru. Untuk siapa pun yang pernah mencintai dengan sepenuh hati, lalu kehilangan tanpa tahu harus bagaimana-cerita ini mungkin untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines