Diren
  • WpView
    Membaca 212
  • WpVote
    Vote 36
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 20, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Namanya Diva Natasya Putri, kelas 1 SMA Nusa Unggul, gadis yang sederhana, ceria, tapi pendiam, bawel, yang suka nangis dalam segala hal kecil. Katanya sih nangis bisa bikin mood dia membaik. Tapi mempunyai hati yang tulus dalam menyayangi seseorang. *** Dia, laki-laki yang Diva kagumi saat SMP dulu. Walaupun beda SMP tapi Diva sering melihat dia di acara lomba-lomba yang Diva ikuti. Saat itulah Diva mulai mengagumi sosok laki-laki itu. Dan sekarang laki-laki yang Diva kagumi itu ada di depan nya yang sedang sibuk mengabsen. Dan saat itu lah mungkin Diva mengubah rasa kagum itu menjadi CINTA . Diva&Reno
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#22
takterbalaskan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Juan [REVISI]
  • Drowning In The Pain
  • Langit Malam Bersamamu
  • FATAMORGANA [ END ]
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Kronik Damas
  • SIMETRI
  • Beribu Luka
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Naura & Lukanya

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan