Mendjadi Tidak Badjingan

Mendjadi Tidak Badjingan

  • WpView
    Reads 346
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 23, 2019
Dan ternyata jalan menuju pribadi positif dalam perspektif kemanusiaan tidak melulu harus melalui jalur-jalur langit yang rumit. Ini bukan tentang mencari kebenaran dan aneka konsep Ketuhanan yang merepotkan. Ini adalah tentang menjual bubur, hasil dari padi yang terlalu lama dididihkan dengan komposisi cairan yang berlebihan. Selanjutnya adalah penggal-penggal roman, receh, leceh, bahkan ada beberapa teladan Saleh. Mencinta selalu mencipta dua lubang : kebahagiaan, atau penderitaan. Julaibib, pria Arab memiliki rekam jejak beda dengan Zaid Sabit, masih Arab juga. Sebaiknya kamu baca, secara mandiri akan mampu mencerna
All Rights Reserved
#1
wahabi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • Muhasabah cinta (COMPLETED)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Tabir [END]
  • Sejatinya Cinta [ TAMAT ]
  • Menunggu Halal Bersamamu

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

More details
WpActionLinkContent Guidelines