Am I Too Ugly?

Am I Too Ugly?

  • WpView
    Leituras 144
  • WpVote
    Votos 48
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 16, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
"Perasaan itu pasti ada masa kadaluwarsanya kalo diabaikan terus menerus" Begitulah kata orang, tapi hal tersebut tidak berlaku bagi seorang Alaika Mezzakira yang sudah 2 tahun lebih menyukai- hm mungkin lebih tepatnya menyayangi teman satu sekolahnya, Airlangga Raka Vyakta. Tapi sayang, sudah selama itu pula perasaan Kira diabaikan oleh Raka. Namun siapa sangka ketika takdir mempertemukan mereka, Ketidakpercayaan tersebut pun runtuh dan Kira sekarang mulai mempercayai bahwa 'perasaan pasti ada masa kadaluwarsanya'. Hal itu menimbulkan perasaan tidak enak dihati Raka. Apakah itu adalah rasa menyesal? Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan mampir dan baca cerita saya ? WARNING!! ? Kata tidak baku ? Banyak typo dan kesalahan ? Cerita tidak jelas It's my first story, so I'm sorry if I made some mistakes ? and Happy Reading ??
Todos os Direitos Reservados
#765
regret
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  •  HAZELA
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Aspettare
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Pertemuan Terakhir
  • Only You [Slow Update]
  • IN THE END ✔
  • Ketraka Mafy
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo