Just a Hug (Hanya Bisa Memelukmu)

Just a Hug (Hanya Bisa Memelukmu)

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Sekarat itu indah, maksudnya jika kita tahu bahwa kita akan mati sebentar lagi, tapi kita masih bisa menikmatinya. Mungkin setiap detiknya, bahkan rasa sakitnya bisa menjadi cerita tragis yang indah yang bisa kita kenang dan dikenang. banyak orang bahkan menyukai atau ingin memiliki cerita tragis yang romantis. Menikmati ketika orang-orang peduli padamu dan sensasi iba dari mereka menyeruak bagaikan tunas yang tumbuh yang menjadikan mereka kuat, atau malah rapuh. Apa lagi jika orang yang kita kasihi-cintai mau mencintai dan memberikan waktunya sedikit untuk kita.
All Rights Reserved
#494
truelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • REDUM ✓ [Sudah Terbit]
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • Narasi patah hati
  • second chance
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Yang Pernah Patah
  • INDRA CINTA
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Edge Of The Heart
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • BROKEN HEART [END]
  • Meneroka Jiwa 2
  • Semu [Completed]
  • From The Eyes
  • IT'S NOT UP TO US
  • WISHES.
  • Waktu Aku dan Kamu
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines