Tears and Injuries

Tears and Injuries

  • WpView
    Odsłon 36
  • WpVote
    Głosy 4
  • WpPart
    Części 4
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., gru 3, 2020
WpInfo
Fikcja
Romans
"Kesakitan itu merupakan sebuah proses, Rei. Proses untukmu menjadi lebih kuat dan lebih tegar. Proses untukmu mencari segala sesuatu yang akan membuatmu sembuh dan bahagia. Proses untukmu agar menjadi dewasa dengan segala keterbatasan yang kau punya. Percayalah Rei, karena dibalik kesakitan itu selalu ada kesaktian." Kata Galih sambil tersenyum pada Rei. "Tapi bagaimana aku bisa mengahadapi semua kesakitan ini tanpa kakak ada di sini? Bagaimana aku bisa tegar di saat aku tak punya siapa-siapa lagi untuk menguatkan?" lirih Reisyifa. Tangannya mencoba menggapai tangan besar milik Galih. "Aku ingin bersamamu kak, mungkin aku akan lebih bahagia." Setetes air mata mengalir dari matanya. Ia menatap Galih dengan tatapan rindu yang ingin segera ia tuntaskan. "Cobalah hidup bahagia dengan tidak meninggalkan orang lain hidup dalam penyesalannya Rei," ucap Galih masih sambil tersenyum. "Aku pergi, aku sangat menyayangimu Rei." Pamitnya.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#145
tears
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Paradise
  • C L O S E R . [REVISI]
  • HaluNatasha
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • ALENA SHANKARA AZELA
  • Tokoh Utama
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści