Tears and Injuries

Tears and Injuries

  • WpView
    Membaca 36
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 3, 2020
"Kesakitan itu merupakan sebuah proses, Rei. Proses untukmu menjadi lebih kuat dan lebih tegar. Proses untukmu mencari segala sesuatu yang akan membuatmu sembuh dan bahagia. Proses untukmu agar menjadi dewasa dengan segala keterbatasan yang kau punya. Percayalah Rei, karena dibalik kesakitan itu selalu ada kesaktian." Kata Galih sambil tersenyum pada Rei. "Tapi bagaimana aku bisa mengahadapi semua kesakitan ini tanpa kakak ada di sini? Bagaimana aku bisa tegar di saat aku tak punya siapa-siapa lagi untuk menguatkan?" lirih Reisyifa. Tangannya mencoba menggapai tangan besar milik Galih. "Aku ingin bersamamu kak, mungkin aku akan lebih bahagia." Setetes air mata mengalir dari matanya. Ia menatap Galih dengan tatapan rindu yang ingin segera ia tuntaskan. "Cobalah hidup bahagia dengan tidak meninggalkan orang lain hidup dalam penyesalannya Rei," ucap Galih masih sambil tersenyum. "Aku pergi, aku sangat menyayangimu Rei." Pamitnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#211
kenzo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dusk In Your Eyes
  • ALENA SHANKARA AZELA
  • Because I'm Stupid (End)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • HaluNatasha
  • Paradise
  • Langit dan Cahayanya

Pernah mengenalmu dalam hidupku adalah anugerah. Menjadi dekat dengan mu adalah keajaiban. Di cintai lelaki seperti mu adalah keberuntungan. Puncak kebahagiaan ku adalah, ketika aku tahu bahwa esok hari kamu masih berpijak di bumi dan tetap menjadi milikku. 🌼 🌼 🌼 "Keinginan mu bukan? Baik, sekarang ini akan ku lepas, jangan salahkan aku, jika aku menemukan mu lagi kelak, tak akan ku lepas kau semudah itu." Sang gadis mengusap kasar pipinya yang berlinang air mata. Bukankah ini kemauan nya? Akhirnya di lepaskan dari kengkangan kehidupan ganas. Lalu, mengapa melangkah menjauh seakan salah? Gadis itu mengangguk, mencoba meyakinkan diri sendiri, "Tentu, aku rasa aku akan lebih bahagia sekarang. Selamat tinggal, terimakasih semuanya, jika saja ada yang bisa aku kembalikan, akan ku lakukan." "Bukan selamat tinggal, sampai jumpa kembali." Sebelum sang gadis kembali menyela, lelaki itu cepat-cepat buka suara, "Aku akan menemukan mu lagi." Mendengar hal itu, gadis putih itu tersenyum lembut, "Semoga." 🍂 🍂 🍂

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan