Masterpeace

Masterpeace

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2018
"Dia bokap gue, seburuk-buruknya dia, gue masih sayang. Gue tau, perjalanan ini nggak akan mudah. Bahkan, gue nggak bisa jamin kita bakal kembali ke petak ini lagi. Jadi gue nggak bisa maksa kalian buat ikut.", jelas Fahrenheit Schalasta , terselip rasa sesal seiring terlontarnya kalimat barusan. "Jujur gue takut, Ren. Tapi gue lebih takut lagi, liat lo sendirian ke sana. Gue ikut.", balas Celcius Ritcher. "Sorry, gue nggak bisa ikut kalian.", timpal Reamur Ritcher, kepalanya tertunduk. Selsie menatap bingung kembarannya, sementara Fahren mengangguk pelan. "Gue nggak ikut kalau Fahren mukanya masih lecek gitu. Hehehe. Gue ikut gays.", sambung Amor tiba-tiba. Fahren tersenyum, mengacak rambut gadis yang tertawa barusan. "Gue ikut.", sela Exel, datar seperti biasanya. Amor membentangkan tangannya lebar - lebar, berusaha merengkuh ketiga sahabatnya itu.
All Rights Reserved
#189
earth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE |
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Asmara Niskala
  • Silent Heart!
  • COMPLICATED
  • DERSIK
  • Roommate With Benefits
  • The Beauty Inside(Complete)
  • ARGA [REVISI]
  • Love Letters [END]

Rank: #1 dalam Bebytsabina 19 Februari 2021 #1 dalam Mawareva 12 Maret 2021 [SEKUEL UNTITLED:GIVE TITLES AS YOUR WISH] [BACA CERITA YANG PERTAMA DULU KARENA SEKUELNYA BERHUBUNGAN] "Gue gagal nepatin janji gue, gue nggak bisa bohong lagi, semakin gue pura-pura ngelupain dia, move on dari dia, semakin gue sayang sama dia." Rintihnya, air mata yang hampir melorot segera ia bendung. "Kenapa dia bisa lupa, tapi gue enggak?" "Maksud lo?" "Dia udah punya pacar," ucapnya dengan gemuruh yang semakin menjalar. PRANG "Cukup!" "Enggak gini caranya, Len. Enggak dua-duanya juga." "Dasar murahan!" "Lo puas sekarang, Len?!" "Sekarang gue gimana, Len?" "Ternyata temen makan temen ada juga di dunia nyata." Masih banyak sekat kosong yang belum tertemukan jawabannya, angin boleh saja membawa ratusan perasaan untuk membingunkan setiap isi hati manusia, tapi sudah seharusnya tugas manusia menemukan tegasnya. Yang penting kita sama-sama jangan hilang, yang penting kita sama-sama masih terpantau radar. Kita hanya sudah yang masih bisa kembali atau sudah yang seharusnya punah dan digantikan yang baru? [UPDATE SETIAP RABU DAN SABTU]

More details
WpActionLinkContent Guidelines