AURA
  • WpView
    LECTURES 36
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., déc. 15, 2017
WpInfo
Fiction
Action & Thriller
Dunia yg di masa lalunya hanya terisi kenangan pahit...kini, ia perlahan melangkahkan ke dua kakinya diatas beratnya takdir.. kedua telapak tangannya mulai menyentuh pintu besar dgn warna abu2 nya yg terlihat tak asing baginnya.. 'apa akan sama seperti dulu..?!' gumamnya... sesaat..ia menundukan kepalanya memejamkan kuat kedua matanya, gigi yg berkerit itu terdengar jelas di kedua telinganya... .......Rasa Takut...... hanya itulah yg ada di benaknya... 'tapi.... ..seandainya memang harus..akan ku lakukan!' Ia menekan tubuhnya, setelah secercah rasa yakin terbesit pada hatinya melonggarkan beban pikirannya, membuat ke dua tangannya mendorong kuat pintu abu2 dihadapannya.. cahaya matahari terlihat memantul..perlahan ia mengangkat pandangannya..disana.... "Selamat pagi!..semua.."
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Entwined by fate || BXB
  • " To Love ,To Lose "
  • YOU ARE MY SUNSHINE
  • WARISAN
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • SAD GHOST 6 ✓

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu