We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dua Belas

Dua Belas

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Naya Asyana lahir dari keluarga yang sederhana, dia mempunyai seorang kaka laki-laki bernama Fikri Aflana yang berumur 20 tahun. Naya bersekolah kelas XII di suatu SMK. Awalnya orang tua Naya tidak mengizinkan Naya bersekolah di SMK dan meminta Naya untuk sekolah di SMA, tapi Naya bersihkeras untuk bersekolah di SMK.
All Rights Reserved
#549
naya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIGH SCHOOL ( END ).
  • ANAYA♡
  • MENJADI MILIK MENTARI (On going)
  • Twins ✔
  • kisah Naya & Samuel ( Cinta Yang Tak Pernah Hilang )
  • Cerita Naya
  • DIA ADALAH NAJA

Hay!!! Namaku Kamila, lengkapnya Kamila Anastasya Wijaya. Aku lahir di Kota Jakarta,kota metropolitan.Aku hidup dengan keluarga yang sederhana, semuanya serba berkekurangan. Namun kami mencoba untuk tetap mensyukurinya. Ayahku bernama Fiandani Purnama Wijaya,dan kami sering memanggil dia dengan sebutan papa Pian.Namun orang-orang sering memanggilnya bapak Fian. Ibuku bernama Modesta Pertiwi, namun kami sering memanggilnya mama Modesta orang-orang pun sering memanggil ibuku seperti itu. Aku juga memiliki 2 o rang saudara dan saudari kandung, yaitu seorang kakak perempuan bernama Amelia Claudianti Wijaya yang biasa dipanggil Kaka Amel dan adik laki-lakiku bernama Armando Julio Wijaya. Aku sangat bahagia memiliki mereka. Aku bersekolah di SMA Merah Putih, setelah aku lulus dari SMP Pelita Harapan. "Eh,,eh,, loe ngapain,,, awas ya kalo loe macam-macam" aku menjadi sangat ketakutan sembari melangkah mundur. "Udah diam ajah" ketusnya sembari terus membuka kancing kemejanya dan perlahan-lahan berjalan mendekatiku, sehingga aku tak bisa kemana-mana karena tubuhku telah bersandar pada sebuat tembok gerbang sekolah. Aku pun tak mampu berbuat apa-apa. "Eh loe mau ngapain,,, ehh jangan macam-macam ya,, gue teriak ni" ketusku dengan suara yang agak keras sembari menunjuk-nunjuknya dengan mata melotot dan wajah penuh kegelisahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines